LANGIT7.ID, Jakarta -
Peer to peer (P2P) lending merupakan platform teknologi finansial atau financial technology (fintech) dengan model bisnis pinjam-meminjam berbasis teknologi.
Kehadirannya bak angin segar di tengah kasus yang muncul dari platform
pinjaman online (pinjol) ilegal.
Bisnis ini menjadi solusi yang tepat bagi mereka yang ingin mendapatkan dana pinjaman (borrower), karena syarat dan prosesnya yang mudah. Begitu juga bagi pemberi dana (lender), yang bisa menentukan borrowernya setelah melakukan analisa bisnis.
Baca Juga: Jaga Rekening Tetap Aman, Ini 5 Cara Terhindar dari SkimmingBerikut empat alasan kenapa harus terjun ke dalam P2P lending mengutip dari kanal YouTube Finansialku.
1. Alokasi investasi bersifat stabilitasTidak seperti instrumen investasi saham dan reksadana, P2P lending tidak memiliki pergerakan harga, dan tidak bisa diperjualbelikan di pasar sekunder.
Namun, investasi di P2P lending ini bersifat stabil. Sehingga, tidak ada tingkat risiko terjadinya penurunan harga jual kembali.
2. Diversifikasi alokasi investasiBagi Sahabat Langit7 yang ingin mulai berinvestasi, bisa mencoba menjadi pemberi dana (lender) pada P2P lending ini. Sebab, penawaran keuntungan yang diberikan relatif cukup tinggi, yakni berkisar 8-20 persen per tahun.
Bagi lender, sistem P2P lending ini akan memberikan diversifikasi model pendanaan, sehingga memperbesar kesempatan untuk meraup keuntungan lebih.
3. Cocok untuk periode jangka pendek Tenor pada P2P lending ini bisa dilakukan mulai dari 1-5 tahun. Artinya, model pendanaan pada P2P lending ini termasuk ke dalam investasi jangka pendek-menangah.
Sahabat tinggal menyesuaikan dengan periode investasi yang diinginkan, karena memang ada peminjaman dengan jangka pendek hingga menengah.
4. Cocok bagi pemulaSyarat dan proses dari P2P lending ini terbilang cukup simpel, dan cocok bagi lender pemula yang ingin menyalurkan dananya dengan return cukup tinggi.
Dengan penawaran keuntungan yang cukup menarik, P2P lending bisa dijadikan wadah untuk mendapatkan pemasukan atau pun cashflow. Apalagi, jika pendanaan yang disalurkan cukup besar.
(bal)