Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Survei Ideas: Perceraian Meningkat, Pernikahan Menurun

fajar adhitya Jum'at, 22 April 2022 - 02:15 WIB
Survei Ideas: Perceraian Meningkat, Pernikahan Menurun
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies (Ideas) merilis hasil penelitian peningkatan kasus perceraian selama pandemi Covid-19. Hal tersebut terlihat dari jumlah pernikahan tahunan yang dalam 15 tahun terakhir di kisaran 2,1 juta.

Direktur Ideas, Yusuf Wibisono mengungkapkan, angka pernikahan turun drastis di masa pandemi di kisaran 1,8 juta. Sebaliknya, jumlah perceraian tahunan terus meningkat dari waktu ke waktu dan mencatat rekor tertinggi di masa pandemi.

“Pada 2021, angka perceraian mencapai 448 ribu dengan rasio pernikahan-perceraian 1: 3,89 yang bermakna bahwa di setiap 3,89 pernikahan terdapat satu perceraian,” kata Yusuf, Kamis (21/4/2022).

Baca Juga: Begini Cara Kelola Trauma Anak Korban Perceraian

Yusuf menambahkan kasus perceraian pada 2021 sebagian besar terjadi di Jawa dengan total 66,0 persen dari jumlah perceraian nasional. Jawa Barat menyumbang porsi terbesar (22,0 persen), diikuti Jawa Timur (18,7 persen), dan Jawa Tengah (16,8 persen).

Selanjutnya Sumatera berkontribusi 19,1 persen, lalu Sulawesi (6,4 persen), Kalimantan (5,6 persen) dan wilayah lainnya (3,0 persen).

Sedangkan untuk tingkat resiko perceraian, lima provinsi dengan resiko tertinggi adalah DKI Jakarta (1: 2,98), Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (1: 3,24), Jawa Timur (1: 3,38), Papua-Papua Barat (1: 3,74), Kepulauan Bangka Belitung (1: 3,52), dan Jawa Barat (1: 3,53).

Yusuf menuturkan bahwa dalam 20 tahun terakhir terlihat kecenderungan melemahnya pernikahan mengalami pasang surut. Sedangkan kecenderungan melonjaknya perceraian konsisten terjadi di sepanjang waktu.

Angka rata-rata pernikahan harian melemah pada tahun 2000-an, terendah 4.537 per hari (2004), kemudian menguat pada tahun 2010-an, tertinggi 6.356 per hari (2011), dan melemah kembali pada 2020-an, yaitu 4.773 per hari (2021).

Baca Juga: Lama Menjanda, Ayu Ting Ting dan 4 Selebritis Ini Makin Sukses

“Di saat yang sama, angka rata-rata perceraian harian konsisten melonjak dari hanya 365 per hari pada 2003 menjadi 1.227 per hari pada 2021,” ujar Yusuf.

Yusuf berhipotesa bahwa pasang surut jumlah pernikahan dalam 20 tahun terakhir terlihat beriringan dengan kondisi perekonomian. Pasca-krisis ekonomi 1998, jumlah pernikahan menurun, terendah 1,66 juta pada 2004.

“Kemudian menguat seiring pemulihan ekonomi dan commodity boom pada 2010-an, tertinggi 2,32 juta pada 2011, dan melemah kembali seiring pandemi, yaitu 1,74 juta pada 2021,” tutur Yusuf.

Dengan angka perceraian yang konsisten meningkat, rasio pernikahan-perceraian melonjak dari hanya 1: 14,5 pada 2000 menjadi 1: 3,9 pada 2021. Bila pada 2000 hanya ditemui satu perceraian dalam 14,5 pernikahan, maka kini pada 2021 ditemui satu perceraian hanya dalam 3,9 pernikahan.

“Meski tidak sempurna, indikator rasio pernikahan–perceraian memberi gambar besar yang jelas yaitu melonjaknya prevalensi perceraian di keluarga muslim Indonesia,” ucap Yusuf.

Baca Juga: Atalia Apresiasi Kegiatan Dakwah Persistri di 26 Kota-Kabupaten Jabar

Ia menilai sejumlah kebijakan dapat didorong untuk memperkuat pernikahan dan menurunkan resiko perceraian, seperti penguatan program pra-pernikahan bagi calon pengantin. Salah satu program pra-pernikahan terpenting adalah pengokohan sistem keyakinan.

“Keyakinan membantu pasangan untuk memberi makna atas setiap situasi krisis yang melanda, memfasilitasi pandangan ke depan yang positif dan optimis, mentransformasi krisis menjadi peluang,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf memaknai kehidupan sebagai ujian dari Allah Swt akan membantu individu untuk memberi respon yang terkendali atas krisis, menurunkan rasa bersalah dan menyalahkan, dan menghapus rasa tidak berdaya, gagal dan putus asa.

“Sumber daya spiritual, yang dominan diperoleh dari aktivitas keagamaan, dapat memberi kekuatan bagi individu untuk menghadapi guncangan, menerima apa yang tidak dapat ditolak, mentoleransi ketidakpastian dan memulihkan diri dari krisis,” kata Yusuf.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Purwokerto Aman hingga Lebaran

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)