LANGIT7.ID - Tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri ataupun ke luar pulau Indonesia. DKI Jakarta juga telah menjadi bagian wisata halal untuk menggaet turis lokal maupun luar negeri. Bahkan DKI Jakarta sempat memperoleh penghargaan World Halal Tourism Award 2016 dan World’s Best Hajj and Umrah Operator.
DKI Jakarta memenangkan penghargaan tersebut karena fasilitas hotel halal di Jakarta dan fasilitas ibadah sangat melimpah. Setidaknya ada 510 hotel halal dan 5 hotel tipe syariah ada di Jakarta. Ditambah, Jakarta memiliki 7.795 masjid, 20 situs heritage islam, dan 19 muslim friendly attraction.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahkan telah mendatangani peraturan gubernur terkait wisata halal di Ibu Kota. Pergub ini secara garis besar mengatur tentang destinasi hingga insetif yang akan diberikan bagi pelaku usaha yang mendorong pariwisata halal, termasuk sumber daya manusianya.
Ketua Jakarta Tourism Forum, Salman Diandra Anwar mengatakan beberapa destinasi wisata halal di DKI terus dikembangkan seperti di Kawasan Taman Impian Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Kepulauan Seribu dan Kota Tua. Selain itu, ada pula program wisata ramah muslim seperti Beduk Festival, Fashion Muslim Show, Halal Culinary, hingga Takbir Keliling yang dibuat semenarik mungkin.
Pengarah Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Riyanto Sofyan mengatakan daerah ini punya ciri khas paling unik dibanding sembilan provinsi lainnya. "Jakarta bisa mengangkat turisme urban," katanya.
Riyanto mencontohkan, sebagai destinasi wisata halal, pemerintah DKI harus mampu membuat event yang berkaitan dengan gaya hidup halal, seperti Halal Tourism Expo. Atraksi wisata yang mencerminkan wisata halal sesuai kebutuhan kaum urban juga harus digeber. Soal kuliner, DKI Jakarta sudah banyak rumah makan atau restoran yang memiliki sertifikasi halal. "Jakarta ini ibu kota negara, semua sudah lebih matang secara infrastruktur, baik yang umum maupun halal," tegas Riyanto
Destinasi wisata halal bukan berarti tempat tersebut begitu religius atau memiliki nilai yang berkaitan dengan religiusitas. Kenyamanan beribadah melalui fasilitas yang disediakan juga bisa menjadi tolok ukur. Contohnya, pusat perbelanjaan di Ibu Kota yang memiliki musala yang bagus, adem, bersih, dan dikelola dengan baik
Pemprov DKI rasanya perlu terus menggenjot program wisata halal ramah muslim. Jika setengah-setengah, bukan tidak mungkin DKI Jakarta akan tertinggal dari Bangkok, Kuala Lumpur hingga Seoul dan Tokyo.
(sof)