LANGIT7.ID, Jakarta - Bisnis coffee shop saat ini memiliki pasar luas sehingga menjadi bisnis yang menguntungkan. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pelaku usaha di bidang perkopian tidak salah jalan bahkan berujung kerugian.
Tentu pelaku usaha sangat menghindari kerugian dalam setiap bisnis yang dijalankannya, khususnya para pelaku bisnis perkopian. Dalam hal ini Foodizz membagikan beberapa kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha perkopian.
Riset Kurang MatangHal ini menjadi masalah utama yang paling sering ditemui dari pelaku usaha. Dari sekian banyak pengusaha, mereka kerap menganggap remeh sebuah riset.
Padahal, riset ini nantinya akan menghasilkan sebuah strategi yang pas bagi usaha masing-masing. Terlebih, persaingan bisnis perkopian saat ini semakin ketat karena banyak yang menjadikan secangkir kopi menjadi sebuah gaya hidup.
Riset ini juga bisa dilakukan untuk menambah wawasan seluk beluk bisnis kopi, mulai membaca buku, badan usaha, pengelolaan keuangan, estimasi biaya yang dibutuhkan, bahkan pengetahuan soal bahan kopi berkualitas hingga memprosesnya menjadi minuman yang nikmat.
Salah Perencanaan Kebanyakan pelaku usaha perkopian hanya meniru dari kompetitor mereka yang sudah ada. Jika sudah memiliki usaha kopi yang cukup besar tentu hal ini tidak masalah, karena untuk mengimbangi persaingan.
Namun, masalah yang ada justru dari mereka para newbie pebisnis kopi yang meniru sebuah brand kopi besar, tapi tidak disesuaikan dengan situasi dan strategi yang tepat terhadap bisnis mereka. Sekalipun meniru, pelaku usaha perlu menyiapkan secara matang sebuah perencanaan yang disesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk keuangan, lokasi dan beberapa pertimbangan lain berdasarkan hasil riset tadi.
Di antara perencanaan yang bisa dilakukan, yakni persiapan konsep pengembangan menyeluruh, rencana bisnis, penentuan anggaran, dan jangka waktu dalam perkembangan usaha. Dari hal ini, maka dapat disimpulkan bahwa membuka bisnis kopi tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Tidak hanya melihat dan mencontoh sebuah bisnis kopi bisa berkembang pesat seperti kompetitor yang ada. Perlu adanya perjuangan dan perencanaan yang matang dalam menentukan strategi bisnis perkopian.
Enggan BerkembangRasa cepat puas terhadap capaian yang sudah didapat seringkali menjadi penghalang pebisnis untuk bisa berkembang. Pada akhirnya akan terjadi stagnasi pada bisnis yang dijalanan mereka, terutama pebisnis kopi.
Ketika sudah mendapatkan perolehan yang sudah didapatkan, maka tidak ada salahnya untuk terus berinovasi terhadap bisnis kopi yang dijalankan. Mengingat kompetitor bisnis kopi juga sering memberikan inovasi baru untuk mengimbangi perkembangan zaman.
Jadi untuk bisa terus bersaing di dunia perkopian, perlu adanya kesiapan dan kemauan untuk berkembang. Jika tidak, maka akan tertinggal oleh kompetitor dan kesulitan untuk menyaingi mereka kembali.
Menyepelekan cashflowCasflow atau arus kas menjadi sebuah kewajiban yang perlu mendapatkan perhatian bisnis, termasuk bisnis kopi. Menghitung arus kas bisa dilakukan mulai dari proyeksi penjualan harian hingga inventaris terkait bisnis, dan lainnya. Dengan adanya laporan keuangan ini sejak awal, maka akan membantu untuk menyiapkan anggaran bisnis yang lebih baik agar usaha bisa semakin berkembang.
Kebiasaan BerhutangHutang menjadi bagian yang sering melekat bagi para pelaku usaha, entah untuk modal awal, atau pun menggunakan hutang sebagai bagian dari mempertahankan usaha ketika sedang jatuh. Sebaiknya pelaku usaha sebisa mungkin untuk menghindari kebiasaan hutang ini.
Sebab, hutang akan menjadi masalah serius jika nantinya pun tidak bisa terlunasi. Bukan bisnis yang berkembang. Dalam hal ini, perlu disiasati dengan menyiapkan anggaran akurat dan perputaran keuangan harus sesuai dengan anggaran yang sudah dibuat. Sehingga dalam menjalankan usaha, bisa meminimalisir hasrat untuk berhutang.
(zul)