Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Penyakit PMK pada Ternak, Jateng Bentuk Tim Unit Reaksi Cepat

mahmuda attar hussein Kamis, 12 Mei 2022 - 17:15 WIB
Penyakit PMK pada Ternak, Jateng Bentuk Tim Unit Reaksi Cepat
Ilustrasi hewan ternak sapi. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) penyakit mulut dan kuku (PMK). Wabah tersebut telah menjangkiti ribuan sapi di Jatim.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng, Agus Wariyanto menjelaskan, tim URC nantinya bertugas melakukan penyekatan lalu lintas hewan di perbatasan dan melakukan penanganan kasus PMK di Jateng.

"URC PMK dibentuk atas instruksi Kementerian Pertanian dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Jika ditemui hewan bergejala PMK, akan dilakukan penghentian dan pemulangan," ungkap dia dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/5/2022).

Baca Juga: Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkab Sleman Perketat Lalu Lintas Ternak

Dia menyebut, telah memulangkan dua truk hewan ternak dari Probolinggo dengan tujuan Tasikmalaya. Sebab, hewan ternak yang diangkut menunjukan gejala PMK.

Adapun pada perbatasan Jateng-Jatim, terdapat beberapa pos pantau yang disiagakan. Di antaranya, cek poin Lasem, Cepu, Banaran, Selogiri (Wonogiri), dan Cemoro Sewu-Tawangmangu (Karanganyar).

"Jateng sebetulnya telah bebas dari PMK sejak 1990. Adapun, episentrum PMK yang menyerang di 2022 berasal dari empat wilayah di Jatim yakni, Gresik, Mojokerto, Lamongan dan Sidoarjo," ungkapnya.

Tidak menular ke manusia

Agus menegaskan, PMK yang menyerang sapi, kambing, domba bisa disembuhkan. Selain itu, produk daging dari hewan tersebut masih bisa dikonsumsi.

"Meskipun dagingnya bisa dikonsumsi, akan tetapi PMK bisa menurunkan harga jual hewan," katanya.

Dia menambahkan, hewan ternak yang terserang PMK akan cenderung memiliki nafsu makan yang kurang, sehingga menurunkan bobot atau produksi susu.

Selain itu, tingkat kematian PMK juga tergolong rendah. Pada kasus yang pernah melanda Jateng pada 1980-an, tingkat kematian hanya 5-10 persen.

“Daging bisa dikonsumsi. Namun hati-hati pada bagian moncongnya yang mengalami luka lepuh atau berliur serta saluran cerna (jangan dimakan). Virus ini tidak menular ke manusia," ujarnya.

Disebutkan, kasus PMK di Jateng masih terkendali. Di mana hewan terindikasi dalam kondisi menuju penyembuhan.

Pihaknya juga mengimbau, agar peternak dan pedagang lebih peka ketika menemukan kelainan pada sapi atau kambing mereka. Seperti terjadi demam, menurunnya nafsu makan, disertai sariawan dan luka pada kuku, agar segera melapor ke pihak terkait.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan