LANGIT7.ID, Jakarta -
Anthony Sinisuka Ginting harus mengakui kekalahannya saat melawan pebulu tangkis asal India, Lakshya Sen dalam ajang
Piala Thomas 2022 di Impact Arena Bangkok, Thailand, Ahad (15/5/2022).
Sejak Game 1, Ginting memang sudah mendominasi permainan. Tampak pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 20 Oktober 1996 silam itu beberapa kali mengeluarkan jurus andalannya, smash kuat diikuti netting menyilang.
Kombinasi serangan variatif atlet bulu tangkis 25 tahun itu, membuat Sen kewalahan. Jelas sekali Ginting mendikte permainan pada Game 1.
Baca Juga: Semoga Tim Thomas Indonesia Menang, Baca 2 Doa Ini agar Jadi JuaraHal itu membuat Sen terbawa oleh arah permainan Ginting, di mana secara irama Sen hanya menunggu Ginting melakukan kesalahan. Alhasil Game 1 dimenangi Ginting dengan poin 21-8.
Berlanjut ke Game 2, Sen diuntungkan dengan arah angin. Hal itu membuat pertandingan tidak mudah seperti Game 1 bagi Ginting.
Interval pertama di Game 2 berhasil dikuasai Sen. Berlanjut ke interval ke-2, perjuangan terus dilakukan Ginting untuk mengejar ketertinggalannya.
Ginting berjuang dengan mulai mempercepat tempo permainan dan memberikan serangan mendadak. Namun upaya Ginting harus terhenti ketika pukulan Sen membuat skor menjadi 21-17 untuk Game 2.
Perjuangan Ginting berlanjut hingga rubber game. Beberapa rally panjang dilakukan kedua pemain terbaik ini.
Beruntungnya, Ginting jauh lebih unggul dari variasi pukulan. Banyak pukulan cepat yang dilakukan Ginting di Game ke-3 ini hingga tak mampu dibendung oleh Sen.
Game 3 menjadi penentuan hidup dan mati bagi keduanya. Ginting dan Sen saling kejar poin bahkan sebelum usai interval pertama Game 3.
Kecerdikan Ginting kembali terlihat dengan mulai memanfaatkan tempo permainan. Sehingga sempat beberapa kali pukulannya tak mampu dibendung Sen.
Interval ke-2 di Game 3, keduanya saling tukar service dengan poin kejar-kejaran. Sen kembali diuntungkan dengan arah angin yang memihaknya, hingga beberapa kali Ginting sempat gagal mengembalikan bola.
Di Game 3 ini, Sen membalas Ginting dengan beberapa kali memberikan pukulan kejutan. Kewalahan menghadapi Sen, Ginting justru beberapa kali mengembalikan bola-bola tanggung kepada lawan.
Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Sen mulai terus mengungguli poin dengan memberikan pukulan kuat ke arah Ginting. Hingga Game 3 dimenangi Sen dengan poin 21-16.
(bal)