LANGIT7.ID, Yogyakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan teknologi informasi dan komunikasi merupakan tulang punggung dalam pengembangan teknologi digital dalam menjawab tantangan kekinian.
Bila sebelumnya teknologi jaringan 2G sebatas kemampuan teknologi pada telepon genggam bergerak, lalu hadir teknologi 3G menghubungkan telepon genggam ke internet. Setelah itu digantikan 4G yang memberikan layanan broadband dan komputer pada genggaman.
“Kini masuk ke era
jaringan 5G yang memiliki kecepatan dan kualitas internet lebih tinggi, latensi yang lebih rendah dan konsums-u energi lebih efisien,” katanya saat membuka Talkshow Digital Expert yang bertajuk Unpacking The Metaverse: Akselerasi Literasi Digital dalam Menyambut Masa Depan, di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Rabu (18/5/2022).
Baca juga: Pangkas Blank Spot, Pemprov Kalteng Bangun 302 BTSJohny menjelaskan teknologi 5G di tanah air dibangun secara bertahap yang saat ini sudah tersedia di 13 kota di Indonesia. Adanya pengalihan siaran TV analog ke digital pada november tahun ini serta alokasi frekuensi 700 MHz, diharapkan memperluas pemanfaatan teknologi 5G.
“Diproyeksikan peralihan ke 5G pemanfaatan spektrum 700 MHz akan memberikan manfaat dengan penciptaan 4,6 juta pekerjaan baru di bidang 5G dan memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 784 triliun dalam tahun 2030,” jelasnya.
Mengenai infrastruktur digital, Kominfo mendorong percepatan pembangunan pembangunan jaringan fiber optik yang saat ini panjangnya mencapai 459 ribu kilometer disamping proyek pembangunan palapa ring untuk menghubungkan konektivitas antar pulau di Indonesia.
Rektor UGM Prof. Panut Mulyono mengatakan banyak pihak saat ini memberikan perhatian pada perkembangan teknologi metaverse dimana memungkinakan manusia melakukan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di dunia nyata dapat dilakukan di ruang virtual.
UGM berkomitmen untuk mendukung transformasi digital dengan menyiapkan talenta SDM yang memiliki kecakapan digital yang unggul dan UGM sendiri gencar mendorong program akselerasi literasi digital.
Baca juga: Indonesia Jajaki Kerjasama Teknologi Nano dengan Iran“Sejak tahun 2021, UGM sudah menyelenggarakan kelas kecerdasan digital tidak hanya untuk mahasiswa UGM sendiri namun melibatkan mahasiswa dari perguruan tinggi lain,” paparnya
Selain itu, melalui kegiatan penerjunan Kuliah Kerja Nyata (KKN), para mahasiswa UGM banyak melaksanakan tema program pengembangan literasi digital di tingkat masyarakat pedesaan dan terpencil di berbagai pelosok di seluruh Indonesia.
(sof)