LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membangun sebanyak 302 base transceiver station (BTS) selama 2021 hingga 2022. Hal ini sebagai upaya memangkas titik tak tersentuh sinyal komunikasi (
blank spot).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Agus Siswadi mengungkapkan 302 BTS yang dibangun termasuk melalui Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) maupun bukan BAKTI. "Jumlah ini juga sudah termasuk BTS yang sudah aktif maupun belum," ujar Agus, Selasa (17/5/2022).
Baca Juga: Kominfo Targetkan Perbaikan SKKL Merauke-Timika Rampung Akhir Mei 2022Jika melihat sebaran titiknya, lanjut Agus, kini wilayah desa sudah cukup banyak
blank spot yang sudah berkurang. Namun, Agus mengatakan masih diperlukan sekitar 350 BTS lagi untuk wilayah Kalteng. "Biasanya ada sebagian desa karena dipengaruhi luas wilayahnya memerlukan lebih dari satu BTS, yakni antara dua hingga tiga BTS," ujar Agus.
Dalam pelaksanaannya, Agus mengakui cukup sulit untuk mewujudkan Kalteng merdeka sinyal pada akhir 2022. Luas provinsi setempat serta kondisi geografis, baik dari sisi material dan lainnya menjadi salah satu faktornya.
Baca Juga: Kominfo Akselerasi BTS 4G di Desa 3TAgus mengatakan, tantangan lainnya dihadapi dalam pembangunan BTS di daerah mengenai pembebasan tanah. Biasanya saat masyarakat pemilik tanah mengetahui lokasi atau titik koordinat tempat dibangunnya BTS, maka harga jualnya mendadak naik signifikan.
Meski demikian, Pemprov Kalteng berkomitmen dan berupaya maksimal menyukseskan pembangunan BTS untuk mewujudkan merdeka sinyal. "Harga tanah yang menjadi berlipat-lipat ini cukup menyulitkan, karena kemampuan pemerintah maupun operator yang sudah ditunjuk juga terbatas," ucap Agus. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Pandemi Picu Peningkatan Penggunaan Internet yang Signifikaan
Menkominfo Sebut Digitalisasi Jadi Keharusan di Era Sekarang(asf)