LANGIT7.ID, Jakarta - CEO dan Founder Hijup, Diajeng Lestari, menuturkan, potensi bisnis
fesyen muslim untuk kelas menengah sangat besar. Itu tak terlepas dari fakta yang menyebut kelas menengah di Indonesia terus mengalami peningkatan.
Mengutip laporan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2021, porsi penduduk kelas menengah dalam usia produktif terus mengalami tren meningkat.
Pada 2002, proporsi kelas menengah hanya 7 persen dari total populasi atau 14.1 juta orang. Pada 2019 meningkat tiga kali lipat menjadi 21 persen dari total populasi atau sebanyak 57,3 juta orang.
Diajeng menilai, meningkatnya jumlah kelas menengah memiliki dampak besar bagi perekonomian Indonesia, itu terlihat dari sumbangan konsumsi mereka. Pada periode yang sama, porsi konsumsi kelas menengah meningkat dari 20.6 persen menjadi 43,3 persen dari total konsumsi.
Baca Juga: Tetap Stabil, Ini Kiat Pertahankan Usaha Fesyen Usai Ramadhan dan Lebaran"Jadi, dengan kelas menengah yang gemuk seperti itu, dan kita saat ini lebih banyak produk dari luar, sayang banget kalau kita tidak memanfaatkan ekonomi yang lagi maju ini. Sangat baik jika kita sebagai orang Indonesia sendiri, kita bisa
creating value, sehingga ekonomi di dalam negeri itu bergerak dengan sangat baik, dan akhirnya kita bisa mensejahterakan banyak orang" kata Diajeng, dalam BukaTalks di kanal YouTube Bukalapak, dikutip Sabtu (21/5/2022).
Fakta itu juga berdampak pada bisnis fesyen muslim. Indonesia merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim. Data juga menunjukkan kelas menengah banyak menari barang-barang fesyen.
"Kelas menengah ini juga banyak mencari barang-barang fesyen. Indonesia penduduk terbesar muslim, berarti kan kebutuhan fesyen muslim juga besar," ucapnya.
Baca Juga: Indonesia Kiblat Fesyen Muslim Dunia, Menkop UKM: Perlu KolaborasiDari situ, para desainer muslim bisa memanfaatkan untuk menciptakan fesyen muslim kekinian. Banyak juga pekerja yang mencari fesyen muslim yang cocok dipakai bekerja. itu merupakan pasar yang bagus dimanfaatkan.
"Desainer muslim Indonesia harus punya karya yang bagus, harus jadi
q, karena kan Indonesia pasar terbesar untuk muslim. Kita sudah punya DNA untuk jadi pusat dunia untuk produk muslim," tutur Diajeng.
(jqf)