LANGIT7.ID - , Jakarta - Saat ini pemerintah menetapkan industri halal sebagai unggulan ekonomi Indonesia salah satunya fesyen, kosmetik, industri syariah, dan keuangan. Di mana muslim fesyen menjadi lokomotif industri halal.
Hal tersebut dikatakan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat membuka Pameran Muslim Fashion Festival (Muffest)+ ke-7 di Ballroom Ritch Carlton, Pacific Place, Kamis (21/4/2022) lalu.
Teten menegaskan perlunya kolaborasi asosiasi dengan pemerintah untuk menjadikan Fashion Muslim Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia di tahun 2024.
Baca juga: Teten Masduki Minta Alokasi 40 Persen Anggaran untuk UMKMSaat ini, diakui Teten, belum ada fokus khusus dalam penanganan UMKM melalui sinergi secara masif, lantaran hampir di 22 kementerian/lembaga (K/L) yang mengurus UMKM masih berjalan dengan konsep yang berbeda-beda tanpa integrasi.
"Kalau Indonesia ingin menjadi kiblat muslim dunia, maka harus ada event kelas dunia yang digelar. Tentu hal ini harus disinergikan dengan seluruh kementerian yang bersinggungan dan masing-masing dilibatkan untuk menggelar event skala dunia," kata Menteri Teten seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (23/4/2022).
Tercatat, konsumsi busana muslim di Indonesia mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp286,9 triliun dengan laju pertumbuhan 18,2 persen pertahun. Potensi ini menjadi pemacu pelaku indutri kreatif dan fesyen muslim di Indonesia untuk mengembangkan sayapnya.
Prestasi membanggakan juga terus diukir desainer fesyen muslim Indonesia. Namun, ekspor produk halal Indonesia saat ini baru berkisar 3,8 persen dari total pasar produk halal dunia.
"Ini menunjukkan Indonesia sangat berpotensi menjadi produsen terbesar dan tren setter produk halal dunia," lanjut Teten.
Baca juga: Teten: Celaka, UMKM Masih Berurusan dengan Keripik dan DodolUntuk mengoptimalkan potensi produk halal salah satunya fesyen, KemenKopUKM berupaya untuk mendukung dalam membangun ekosistem mulai dari hulu sampai hilir.
"Harus segera pemerintah melakukan upaya konkret dalam mendukung industri muslim fashion di Tanah Air," katanya.
(est)