LANGIT7.ID, Jakarta - Pengendara
mobil SUV bongsor, seperti
Pajero dan Fortuner sering dianggap arogan. Sebab kendaraan besar ini memiliki spesifikasi yang andal.
Kasus arogansi pengemudi mobil Pajero belum lama ini terjadi di Gerbang Tol Tomang pada Ahad (22/5/2022). Pelaku melakukan kekerasan terhadap pengemudi mobil Toyota Yaris.
Lantas apa yang membuat pengendara SUV bongsor ini dikenal arogan? Berikut beberapa alasan yang menyebabkan pengendara mobil besar sering dianggap arogan.
Baca Juga: Bisnis Jual Beli Mobil, Tips Negosiasi Dapatkan Unit Berkualitas1. Kapasitas mesin besarPengamat dan penikmat otomotif mainstream, Kefas Victorlie Haryono menuturkan, mesin mobil SUV seperti Pajero Sport memiliki kemampuan di atas rata-rata mobil lain.
Spesifikasi torsi dan kapasitas mesin (cc) yang besar membuat mobil ini mudah untuk berakselerasi.
"Hal akselerasi ini cukup mengintimidasi pengguna mobil dengan tenaga di bawahnya. Banyak pengguna mobil dengan tenaga kecil merasa kecepatan mobil yang dikemudikannya sudah cukup, sedangkan pengguna mobil cc besar akan 'terganggu' karena terhambat dengan kecepatan mobil yang di bawah kemampuannya," kata dia dalam keterangannya, Selasa (24/5/2022).
Cekcok di jalan raya bisa dipicu dari pengguna mobil dengan cc kecil yang merasa sudah cukup kencang di kecepatan 100 kpj, sehingga mereka akan mengambil lajur paling kanan (tol). Padahal, ada mobil yang memiliki kemampuan lebih kencang daripada mereka, bahkan bisa melaju 140 kpj ke atas dengan mudah.
"Dari kejadian ini, mobil cc kecil merasa tidak terima dengan mobil yang 'minta' jalan (lajur kanan), begitu juga sebaliknya," jelasnya.
2. Ground clearance tinggiJika kapasitas mesin besar, kenapa pengendara mobil sedan dengan kapasitas mesin yang sama tidak searogan pengendara SUV? Mungkin Sahabat Langit7 juga bertanya tentang hal ini.
Kefas yang juga seorang motovlog ini mengatakan, hal itu dikarenakan ground clearance mobil SUV yang lebih tinggi dibandingkan mobil sedan. Sehingga, membuat pengendara SUV bongsor tidak takut akan jalan rusak atau berlubang.
"Dengan demikian, pengguna SUV cenderung tetap berjalan dengan stabil dan tidak terlalu banyak menurunkan kecepatan pada jalan jelek, dibanding mobil lainnya yang memiliki ground clearance lebih pendek," ungkapnya.
3. Posisi duduk lebih tinggiSebagai pengendara mobil LCGC, Kefas menyebutkan, posisi duduk berkendara akan mempengaruhi gaya orang mengemudi hingga kepada faktor psikologisnya.
"Karena menggunakan sasis ladder frame, posisi duduk berada di atas sasis. Dengan begitu, posisi pengemudi ketika berkendara akan lebih tinggi. Posisi ini akan menyebabkan commanding (kewibawaan) seseorang semakin meningkat dan merasa lebih berani," katanya.
Kefas juga menengaskan tidak membenarkan aksi arogan yang dilakukan oleh pengemudi, terlepas apa pun mobilnya. Pasalnya, arogansi tidak hanya dilakukan oleh pengendara SUV bongsor di jalanan, tapi juga pengendara mobil kecil lainnya.
"Kenali mobil yang dikemudikan, mulai dari lebar dan panjang kendaraan. Jika ada pengendara lain yang minta didahulukan dan posisi Anda lebih lambat, maka beri jalan. Jangan merasa jalan milik sendiri, karena bisa jadi ada penumpukan kendaraan di belakang Anda."
"Berkendaralah dengan kepala dingin, jangan mudah terpancing atas kejadian di jalan. Banyak hal lebih penting daripada mementingkan ego di jalan semata."
(bal)