LANGIT7.ID, Jakarta - Pariwisata berkelanjutan menjadi salah satu pilihan dalam menanggulangi bencana, sehingga pelaku pariwisata dinilai berperan penting dalam mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo menyampaikan pemerintah Indonesia berkomitmen membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, serta mengajak pelaku pariwisata untuk mengambil peran aktif dalam menanggulangi bencana demi mewujudkan industri pariwisata yang berkelanjutan.
"Pelaku pariwisata pun berperan penting dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Ini yang harus kita lakukan, bagaimanapun ini kita adalah masyarakat yang hidup di ring of fire," kata Fadjar dalam keterangannya dikutip Senin (30/5/2022).
Baca juga: Mengenal Bangunan Plengkung Gading, Gapura Unik Bernuansa JadulPihaknya mendorong pelaku pariwisata untuk melakukan upaya mitigasi bencana di destinasi wisata. Seperti menyediakan alat-alat pengamanan (safty) dalam melakukan tanggap darurat saat terjadi bencana.
"Maka yang harus disiapkan oleh destinasi pariwisata kita adalah alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan tanggap darurat ketika bencana itu terjadi," ujarnya.
Menurut Fadjar, sebuah kolaborasi juga diperlukan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan bencana dalam mewujudkan rencana manajemen terpadu.
Misalnya, memanfaatkan data dan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk manajemen krisis kepariwisataan agar mampu mengantisipasi dalam menghadapi bencana di Tanah Air.
"Kita tidak bisa sendiri dalam pencegahan dan menanggulangi bencana. Diperlukan koordinasi erat antar K/L, misalnya dengan BNPB. Kemenparekraf juga telah memiliki kerangka kerja terkait manajemen krisis parekraf mulai dari fase kesiapsiagaan dan mitigasi, fase tanggap darurat, fase pemulihan, dan fase normalisasi," ungkap Fadjar.
Baca juga: Event Wisata Olahraga jadi Sinyal Kebangkitan Pariwisata dan EkrafFadjar menuturkan bahwa Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yang telah dilaksanakan di Bali menjadi momentum untuk mendiskusikan perkembangan dalam Penanggulangan Risiko Bencana (PRB).
"Dengan momentum adanya GPDRR di Bali ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk segera atau menyegerakan kesiapsiagaan kita mulai dari pra sampai pascabencana," ujarnya.
(sof)