LANGIT7, Jakarta - Pada akhir semester kedua 2021,
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengenalkan sport utility vehicle (SUV) kompak, Hyundai Creta. Produk tersebut menjadi mobil pertama pabrikan asal Korea Selatan itu di Nusantara.
Hyundai Creta hadir dengan dimensi 4,315 m x 1,790 m x 1,630 menggunakan mesin 1.5L MPI 16-valve (HLA) berkapasitas 1.500 cc. Meski ukurannya kompak, Creta mampu menghasilkan tenaga 115/6.300 rpm, 14.7/4,500 rpm.
Baca Juga: Hyundai Hadirkan Creta Versi Tujuh Penumpang, Ini Spesifikasi dan HarganyaMengutip dari Antaranews, performa
Hyundai Creta tipe Prime bertransmisi IVT dijajal melintasi rute Jakarta-Bandung (Lembang) sejauh 160 kilometer, dan kembali lagi ke Jakarta. Ada kesan pertama yang dirasakan saat mengemudikan SUV ini. Meski dibekali banyak teknologi baru, namun pengemudi cukup mudah mengaplikasikannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi jalan.
Hal yang menarik perhatian adalah konsumsi bahan bakar Hyundai Creta yang terbilang
irit untuk ukuran SUV kompak. Pengemudi pun tidak harus mengeluarkan banyak usaha untuk mendapatkan tingkat efisiensi bahan bakar tersebut.
Saat dibawa dari Jakarta ke Lembang melalui tol Cipularang pada pukul 05.00 WIB pagi hari, mengangkut empat penumpang (dua dewasa, dua anak-anak), menggunakan mode Normal (tersedia empat mode: Eco, Normal, Sport dan Smart), dengan situasi lalu lintas ramai, Hyundai Creta mencatatkan konsumsi bahan bakar 19,1 kilometer per liter, berdasarkan data pada layar multi-information display (MID).
Baca Juga: Resmi Meluncur, SUV Hyundai Creta Dibanderol Mulai Rp200 JutaanEfisiensi Creta bertambah saat perjalanan pulang dari Lembang menuju Jakarta dengan catatan 22,3 kilometer per liter dengan situasi lalu lintas yang ramai. Namun, dapat dipahami bahwa efisiensi itu meningkat berkat kontur jalanan yang menurun dari Lembang hingga Cipularang/Purwakarta.
Ketika dibawa wara-wiri di dalam kota Bandung dengan kondisi lalu lintas padat dan cara berkendara
stop and go, level konsumsi Creta sebesar 14,3 kilometer per liter BBM. Kendati demikian, tentunya konsumsi bahan bakar akan berbeda, tergantung gaya mengemudi setiap orang serta kondisi lalu lintas yang dilalui.
Hasil menggunakan pantauan MID juga bisa jadi berbeda jika pengujian bahan bakar menggunakan metode full-to-full, yakni menghitung konsumsi bensin yang digunakan dari posisi tangki penuh, kemudian diisi kembali. Dalam metode full-to-full, jumlah liter yang diisi menjadi angka konsumsi yang dibagi dengan jarak tempuh, untuk menghasilkan angka yang akurat.
Baca Juga: Hyundai Ioniq 5 Mejeng di IIMS Hybrid 2022, Ini SpesifikasinyaFaktor selain bahan bakar, yang menjadi perhatian pada Hyundai Creta adalah rasa berkendara yang aman berkat fitur yang lengkap di kelas
SUV kompak, yakni Hill-start Assist Control (HAC), Vehicle Stability Management (VSM), Forward Collision Avoidance Assist (FCA), Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA), Lane Keeping & Lane Following Assist (LKA & LFA) hingga Rear Cross Traffic Collision Avoidance Assist.
Baca Juga:
Presiden Jokowi Saksikan Langsung Peluncuran Mobil Listrik Pertama Dirakit di Indonesia
Hyundai Siap Produksi Mobil Listrik di Pabrik Cikarang Tahun Depan
Wuling Almaz dan Hyundai Creta Sama-sama Laris, Pilih Mana?(asf)