LANGIT7.ID, Yogyakarta - Seorang milenial dari
Kampus UGM menciptakan cairan antibau untuk sampah. Idenya ini berawal dari keresahan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sosok tersebut adalah Raina Naura Anindhita, seorang mahasiswa Fakultas Biologi UGM. Dia menggagas Eco Lindi yang bermanfaat untuk menetralkan
bau sampah.
"Eco lindi ini dibuat dari air lindi dicampur dengan sisa air tebu (molase), asam sulfat, dan katalis organik. Hasilnya terbukti bisa menghilangkan bau tak sedap dari sampah," kata dia dalam keterangannya, Senin (6/6/2022).
Dikutip laman UGM, Raina tertarik untuk menghadirkan solusi terkait bau sampah yang salah satunya tercipta dari pemaparan air hujan.
Baca Juga: Sekilas Mengenal Rektor UGM Terpilih Prof. Ova EmiliaHasil pemaparan itulah yang pada akhirnya menciptakan sumber penyakit dan cairan berbau atau biasa disebut air lindi.
Milenial asal Desa Prasung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo ini mejelaskan, pembuatan eco lindi cukup sederhana dan mudah.
Air lindi, molase, asam sulfat dan katalis dicampur dalam satu wadah kedap udara atau tangki, yang dalam satu hari bisa memproduksi 10 ribu liter eco lindi.
Sementara untuk penggunaannya, cairan hanya perlu disemprotkan ke timbunan sampah. Dalam waktu kurang dari 10 menit eco lindi akan bereaksi menetralkan bau sampah.
"Reaksinya sekitar 3-10 menit setelah disemprotkan ke sampah, maka bau tidak tercium lagi," ujarnya.
Setelah dilakukan uji coba di tempat pembuangan akhir (TPA), lingkungan pasar, dan peternakan, formula ini dinyatakan aman bahkan untuk ternak sekalipun.
"Formula ini dapat diaplikasikan untuk semua limbah yang memproduksi bau. Selain itu juga bisa digunakan sebagai pupuk," ungkapnya.
Berkat inovasinya itu, Raina berhasil menyabet penghargaan Trash Control Heroes dari Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor. Terobosannya itu juga disebut menjadi alternatif solusi terkait persoalan lingkungan.
(bal)