Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home wisata halal detail berita

Gabungan Konsep Alam dan Seni dalam Rumah Kecil Makassar

mahmuda attar hussein Rabu, 04 Agustus 2021 - 12:00 WIB
Gabungan Konsep Alam dan Seni dalam Rumah Kecil Makassar
Rumah Kecil tempat yang indah dan menenangkan. Foto: Instagram: @rumahkecilmksantang
LANGIT7.ID, Makassar - Pematang sawah nan hijau, percikan air dan kicauan burung memberikan nuansa khas alam untuk menghilangkan kepenatan. Alam dan kesenian menjadi tempat pelarian bagi banyak orang yang dipadati dengan ingar bingar perkotaan.

Rumah Kecil, ialah salah satu tempat yang terletak tidak jauh dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dengan konsep gabungan alam dan seni, Rumah Kecil menghadirkan kesejukan alam dan indahnya kesenian yang memberikan ketenangan hati para pengunjungnya.

Pendiri Rumah Kecil, Haswadi Haruna bersyukur karena Tuhan memberikannya dua kecintaan yang bisa dibagikan manfaatnya kepada banyak orang. Jiwa seni dan kecintaannya terhadap alam membuatnya berhasil membuat tempat idaman penghilang stres.

“Saya bersyukur Tuhan mengirim saya di dua ruang, ruang cinta alam dan kesenian. Ditambah lagi saya lahir dan besar dari rahim petani. Semua itulah yang akhirnya memotivasi kecintaan ini,” katanya dikanal Youtube Rumah Tanpa Batas.

Melihat perkotaan yang ditanami dengan hutan beton, membuat Adi Rumah Kecil sapaan akrabnya berpikir untuk kembali memberikan hak kembali bagi alam. Langkah kecilnya ini didorong untuk menumbuhkan kesadaran banyak orang betapa pentingnya melibatkan alam dalam sebuah kehidupan.
Gabungan Konsep Alam dan Seni dalam Rumah Kecil Makassar
Terinspirasi dari kehidupan yang akan berakhir di tempat kecil berukurang 2x1 meter, ia terinspirasi untuk menghadirkan sebuah tempat nan kecil dan sederhana tapi penuh rasa syukur di dalamnya. Penting bagi Adi untuk memberikan rasa nyaman yang tidak hanya dirasakan sendiri, tapi juga bisa dibagikan manfaatnya kepada orang banyak.

“Semua dimulai dengan menanam, saya butuh proses pelibatan alam untuk secara bersama membentuk ini. Saya selalu membayangkan ada ruang bagi saya, keluarga, dan sahabat bisa nyaman di dalamnya. Nama Rumah Kecil sebenarnya memiliki makna pesan bahwa kita semua akan berakhir di rumah kecil, dengan ukuran 2x1 meter, itu pesan morilnya,” jelasnya.

Berawal dari kegelisahannya yang kesulitan menemui ruang hijau di perkotaan, di mana dipenuhi dengan kehidupan duniawi. Keindahan alam yang tidak hadir, burung dan kupu-kupu menjauh, menambah kepenatan bagi manusia sebagai makhluk berakal dan bermoral.

Adi berupaya kembali menghadirkan energi alam yang ia transfer ke dalam bentuk Rumah Kecil. Semua tidak bisa terwujud tanpa ada pelibatan alam sendiri di dalamnya.

“Maka di ruang ini sendiri ada banyak kehadiran alam di dalamnya, seperti kolam terapi ikan, aneka ragam hewan peliharaan, aneka tumbuhan, saya kira ornamen ini semua yang bisa saling mendukung,” ujarnya.

Rasa syukur itu juga yang menjadikan Adi untuk membuat mushalla khusus bagi muslim yang berkunjung. Kecintaannya kepada keindahan alam, tidak lupa ia wujudkan dalam bentuk ibadah.

“Mushalla ini saya buat sebagai ruang kontemplasi untuk sahabat muslim. Jadi tidak ada alasan untuk mencintai keindahan tapi melupakan Sang Pencipta. Tidak ada lagi alasan jika masuk waktu shalat masih beralasan karena jauh, hujan dan lainnya. Tidak ada lagi alasan untuk meninggalkan shalat lima waktu,” katanya.

Adi memang tidak pernah mengomersilkan Rumah Kecil ini secara penuh. Ia tidak pernah menyebutkan pula Rumah Kecil ini sebagai sebuah cafe.
Gabungan Konsep Alam dan Seni dalam Rumah Kecil Makassar
Tapi ia berupaya, untuk menyuguhkan kehadiran alam yang bisa dinikmati oleh banyak orang yang berkunjung. Baginya, tempat ini adalah ruang bagi masyarakat urban untuk sejenak menepi dan meregangkan persendian mereka.

“Dari awal kita berproses memang tidak pernah merancang Rumah Kecil dikomersilkan, makanya hingga hari ini, kita tidak pernah menyebutkan Rumah Kecil Cafe. Kami lebih tepat menyebut Rumah Kecil sebagai ruang kontemplasi, untuk menepi sejenak dari hiruk pikuk kota,” katanya.

Walaupun begitu, Adi tetap menghadirkan berbagai kedai makanan dan minuman di dalam Rumah Kecil. Dengan maksud dapat menambah kenyamanan pengunjungnya untuk menikmati kehidupan.

Pada 2016, Rumah Kecil ini hanya tutup satu hari di hari Senin dalam seminggu. Namun kini, Adi meliburkan Rumah Kecil dari Senin hingga Rabu, karena menurutnya tujuan awal dari Rumah Kecil ini memang bukan untuk bisnis, tapi menghadirkan kenikmatan dalam sebuah proses hidup.

“Rumah Kecil ini adalah sebuah proses perjalanan karya yang ujungnya adalah akan tetap kita bagi kepada orang-orang. Selain itu, Rumah Kecil ini hadir sebagai ruang alternatif bagi kawan seniman di kota Makassar, mengingat tidak ada lagi ruang bagi mereka. Dulu kita punya gedung kesenian, tapi sekarang rimbanya tidak lagi difungsikan layaknya gedung kesenian,” jelasnya.

Adi meyakini, Rumah Kecil ini menjadi ramai pengunjung karena ada kehadiran alam di dalamya. Baginya hewan dan tumbuhan yang ada di Rumah Kecil adalah penghuni sekaligus pemilik di tempatnya.

“Langkah konkret yang bisa kita lakukan adalah mulai dari menanam, ketika kita libatkan yang hidup ada di sekeliling, maka kita akan lebih belajar memaknai hidup itu sendiri. Saya selalu menggaris bawahi tentang pentingnya menanam, karena dari situ kumbang dan kupu-kupu, bahkan kehidupan akan datang. Ada banyak kehidupan, dan ketika berada di sekelilingnya kita akan lebih menghargai kehidupan itu sendiri,” imbuh

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)