Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah Hijrah Mantan Asisten Koki Hotel yang Kini Buka Warkop

fajar adhitya Rabu, 04 Agustus 2021 - 17:45 WIB
Kisah Hijrah Mantan Asisten Koki Hotel yang Kini Buka Warkop
Kisah hijrah mantan asisten koki hotel yang kini buka warkop. (Foto: Langit7.id).
LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang pria bernama Suhamad (43) alias Emod merupakan pemilik usaha warung kopi (warkop) di wilayah Duren Jaya, Bekasi Timur. Dia memiliki pengalaman menarik ketika memutuskan hijrah dari tempat lamanya bekerja sebagai asisten koki hotel di bilangan Sarinah, Jalan Wahid Hasyim Jakarta.

Awal berkarier pada 1996, Emod hanya diminta bantuan sebagai karyawan bagian dapur (kitchen). Tugasnya tak lain hanya mencuci piring, membereskan tempat masak dan menyiapkan berbagai keperluan koki. Namun karena tak pernah mengeluh, satu tahun kemudian dia diangkat menjadi cook helper atau asisten juru masak.

Emod menceritakan, ketika itu dia mengalami masa-masa jaya. Mulai dari gaji tetap yang cukup besar kala itu sampai kesehariannya yang berfoya-foya. Tapi di balik kemeriahan hura-hura itu, dia merasakan hampa. Ada rasa jenuh yang tak tahu datang dari mana meski sudah hidup berkecukupan.

"Saat itu saya masih bujang. Jadi punya uang cuma untuk senang-senang. Saya kenal dunia malam, lingkungan hedonis hingga pergaulan-pergaulan yang negatif. Saya jauh sekali dari agama," kata Emod kepada Langit7, Rabu (4/8/2021).

Selama lima tahun bekerja, pada 2001 Emod memutuskan untuk keluar. Dia ingin hijrah dari kehidupan gemerlapnya itu. Karena tidak punya bekal apa-apa, bapak empat anak ini akhirnya kerja serabutan. Menurut dia, yang penting bisa menemukan kedamaian. Saat itu dia mengaku tidak tahu kalau jalannya harus 'masjid'.

Pemilik Warkop Asyakur ini pun akhirnya beralih profesi menjadi sopir pribadi seorang manajer di perusahaan properti. Ketika menjadi driver inilah dia mulai tergerak untuk beribadah. Karena banyak waktu luang menunggu bos pulang atau minta diantar ke suatu tempat, Emod pun pelan-pelan belajar lagi shalat.

"Ketika shalat ini saya merasa lebih tenang. Batin saya lebih damai, bahkan saya berani menolak ajakan teman-teman lama yang mentraktir saya kembali lagi (ke dunia malam)."

Lantaran sudah tahu shalat menjadi jawabannya, Emod pun memutuskan membuka usaha dari uang gaji yang dikumpulkan ini. Mula-mula beranjak dari warung nasi di wilayah Lokasari Jakarta Barat dan pindah ke Kompleks Angkasapura di Kemayoran. Ketika berwirausaha, dia semakin tekun dan giat beribadah, bahkan menyanggupi ke masjid.

"Saat saya berusaha ini (warung nasi), saya lebih sering ke mushalla. Kalau adzan dagangan saya tinggal, karena saya tahu, rezeki ini akan berkah kalau kita berharap ridho Allah subhanahu wata ala," ujarnya.

Tapi semakin besar ketaqwaan seorang hamba, Allah pun memberikan ujian yang setimpal. Emod menutup warung nasinya karena ada penertiban di tempat tersebut, sehingga dia terpaksa pulang kampung menemui lagi anak dan istrinya.

"Saat di kampung itu saya kerja serabutan. Jadi kuli bangunan kadang-kadang. Yang penting ada uang buat makan anak istri saja," ujar pria asal Kuningan, Jawa Barat itu.

Buah dari keikhlasan itu pun dirasakan ketika dia diminta bekerja menjaga warkop. Ketika itu ada kenalannya yang tahu bahwa Emod pandai memasak dan jebolan asisten koki hotel. Dia pun mengamini tawaran tersebut.

Emod mengatakan, saat itu warkopnya berada di kawasan Cikarang, Bekasi. Sejak awal buka, tempat tersebut langsung ramai dikunjungi pembeli. Menurut dia, tempatnya memang strategis karena berada di dekat kontrakan warga. Namun hal itu tak berlangsung lama begitu dia tahu bahwa penghuni kontrakan sebagian besar anak-anak muda kumpul kebo.

"Saya berjualan di tempat yang tidak baik. Jadi saya resah. Akhirnya Allah pun menjawab, RT dan RW mengusir anak-anak muda kumpul kebo ini. Lalu kontrakan ditempati orang-orang berkeluarga," kata dia.

Tapi ujiannya berganti lagi. Warkop Emod mendadak sepi. Sebab orang-orang berkeluarga ini tidak suka jajan. Mereka lebih senang memasak sendiri, sehingga warkopnya pun tutup. Dan lagi-lagi Emod kembali ke kampungnya untuk menjadi pekerja serabutan.

Bukan Emod namanya kalau pantang menyerah dengan berbagai ujian. Dia mengaku semakin tekun beribadah dan meminta petunjuk dari Allah subhanahu wata ala. Baru sekitar satu bulan dia menganggur, saudaranya membawa kabar baik. Ada seorang pemilik warkop di Duren Jaya Bekasi yang ingin menjual asetnya dengan harga murah.

"Warkopnya di pinggir jalan. Semua stok barang, alat-alat, bahan makanan sudah disiapkan. Cuma dijual Rp15 juta. Saya mau ambil tapi tidak punya uang. Karena saya yakin ini petunjuk Allah, akhirnya saya beranikan diri meminjam uang ke sana sini untuk membeli warkop itu."

Atas izin Allah subhanahu wata ala, saya bisa dapat pinjaman dengan mudah. Tapi karena jumlahnya tidak sampai Rp15 juta, dia pun menawarkan kepada pemilik warkop untuk membayar DP dan selanjutnya dicicil.

"Pemilik warkop ini mau. Saya langsung berangkat ke Bekasi," katanya.

Warkop yang diberinama Asyakur (Selalu Bersyukur) ini akhirnya menjadi milik Emod seorang. Dia tidak bekerja dengan siapa-siapa lagi tanpa harus takut tergusur karena berdiri di bangunan permanen. Dari perjalanan ini, dia semakin meyakini kuasa Allah dan alasan mengapa ummat Islam harus mengenal Rabb-nya.

"Saran saya bagi saudara-saudara saya sesama Muslim, bagi kalian yang sedang berada di masa jaya, ingatlah kepada Allah, karena semua kesenangan dan kenikmatan tidak selamanya. Bila pekerjaan itu mengarahkan kepada keburukan, jangan ragu untuk hijrah. Karena Allah yang menanggung kita, bukan siapa-siapa."

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)