LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Daerah Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara menggelar Festival Teluk Jailolo (FTJ) sebagai upaya dalam mengembangkan potensi destinasi wisata andalan untuk manarik kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke daerahnya.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Fenny Kiat menjelaskan bahwa Festival Teluk Jailolo sebagai momentum di tahun 2022. Di mana dalam rangkaian festival tersebut akan dilakukan visitasi Desa Wisata Lako di Suhu yang berhasil masuk 50 Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2022.
"Objek wisata di Suhu sebagai salah satu objek wisata andalan yang berada di desa kabupaten Halbar, tim penilai dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan melakukan verifikasi di lapangan dan melihat secara dekat kondisi objek wisata ini," kata Fenny dikutip Rabu (15/6/2022).
Baca juga: Dua Tahun Absen, Pesta Kesenian Bali 2022 Kembali DigelarFenny menjelaskan momentum FTJ menjadi ajang promosi wisata dan disebut masuk jajaran 100 Wonderful Indonesia bertemakan pesona budaya kekayaan rempah, ritual sigofi ngolo (bersih laut), teater kuliner 7 suku di Idamdehe khas makanan di Halbar, jelajah Halbar bagi wisatawan yang hendak berpetualang ekspedisi burung bidadari, pesta tani, pranata adat, puncak persebahan teatrikal sasasu atas laut.
Festival Teluk Jailolo 2022 akan berlangsung pada 15 sampai 18 Juni 2022 menjadi salah satu pertunjukkan dengan panggung mewah di atas teluk, yang pasti akan hadir secara spektakuler. Dan FTJ sendiri pernah memecahkan Rekor Muri pada perhelatan tahun 2013.
Fenny menerangkan, penyelenggaraan FTJ juga menyuguhkan kekhasan budaya tujuh suku asli di kabupaten itu di antaranya Sahu, Tobaru, Loloda dan Gamkonora yang akan menampilkan berbagai budaya sebagai ciri khas masing-masing seperti ritual adat dan kesenian tradisional.
"Pada acara itu, setiap suku akan memperkenalkan kekhasan budayanya bukan di pusat lokasi penyelenggaraan FTJ di Jailolo, tetapi di wilayah masing-masing suku sehingga penyelenggaraan FTJ dampaknya dapat dinikmati langsung masyarakat di semua suku asli di daerah itu," katanya.
Lebih lanjut, Fenny mengatakan pelibatan tujuh suku asli di Halmahera Barat, termasuk seluruh suku pendatang dalam kegiatan FTJ merupakan salah satu upaya untuk menjaga eksistensi atau keberadaan keragaman suku di daerah itu sekaligus memberdayakan sebagai sumber ekonomi melalui kegiatan pariwisata di Halbar.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Meningkat 172%Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Maluku Utara, Rahwan Suamba menyampaikan bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dijadwalkan melakukan serangkaian kunjungan selama dua hari di Provinsi Maluku Utara.
"Menparekraf juga akan melihat pengembangan UMKM dan berbagai kreatifitas yang ada di Kota Ternate. Sehingga Pemkab Halmahera Barat terus mengembangkan potensi objek wisata andalannya dalam menarik wisatawan yang berkunjung," kata Rahwan dikutip Rabu (15/6/2022).
(sof)