LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 3
hadist Nabi SAW yang menganjurkan umat Islam berpuasa di bulan Zulhijah. Namun
amalan sunnah ini sangat ditekankan pada H-1 Idul Adha atau puasa Arafah.
Adapun hadist yang pertama yakni: "Rasulullah SAW melakukan puasa pada sembilan hari bulan Zulhijah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Dari keterangan hadist ini disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa berpuasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Bahkan, beliau berpuasa sembilan hari Zulhijah (tanggal 1-9 Zulhijah).
Indikasi bahwa Nabi SAW terbiasa berpuasa pada tanggal 9 Zulhijah juga diperkuat dengan dua hadis lainnya.
Baca Juga: Puasa Sunnah di Tanggal 1-9 Zulhijah, Amalan dari Nabi SAW"Dari Maimunah istri Nabi SAW (diriwayatkan), ia berkata: Orang-orang saling berdebat apakah Nabi SAW berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya." (HR al-Bukhari dan Muslim).
"Dari Ummu al-Fadl binti al-Haris (diriwayatkan) bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi saw, sebagian mereka mengatakan: 'Beliau berpuasa'. Sebagian lainnya mengatakan: 'Beliau tidak berpuasa'. Lalu Ummu al-Fadl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya." (HR al-Bukhari dan Muslim)
Kedua hadis itu menegaskan bahwa keraguan di kalangan sahabat tentang puasa Arafah saat wukuf di Arafah. Sekaligus menunjukkan bahwa mereka sudah mengenal puasa Arafah sebelum mereka melaksanakan Haji bersama Rasulullah SAW.
Untuk itu, dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah pada tanggal 1-9 Zulhijah, seperti Puasa Senin-Kamis atau Puasa Dawud.
Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Tanah Air sendiri dalam maklumatnya menyatakan 1 Zulhijah 1443 Hijriah jatuh pada 30 Juni 2022. Sementara Idul Adha di tanggal 9 Juli 2022.
(bal)