LANGIT7.ID, Jakarta - Pengusaha
Al-Barkat Carpets, Atta Ul Karim, membagikan kiat suksesnya merintis
bisnis. Salah satu tips sederhana yang bisa jadi contoh ialah selalu bersyukur.
Al-Barkat Carpets ramai jadi perbincangan publik setelah menjadi
langganan para selebriti terkenal. Mulai dari Ashanty, Tyas Mirasih, Titi Kamal, Nikita Willy, Delia Septianti, hingga Raffi Ahmad
Kesuksesannya menjual karpet hingga membuka 28 cabang di seluruh Indonesia ternyata memiliki kisah yang penuh dengan perjuangan.
Baca Juga: Banting Setir, Delia Septianti Lebih Cuan Bisnis Sapi KurbanPria yang lahir di Pakistan, 18 April 1993 ini mengawali usahanya pada 2009 saat berusia 14 tahun. Atta mengaku diminta orangtuanya untuk meneruskan usaha karpet di Indonesia.
"Orangtua minta saya untuk meneruskan usaha karpet di Indonesia. Saya nurut dan berangkat lalu buka toko pertama di Fatmawati ini," tutur Atta kepada Langit7.id, Ahad (3/7/2022).
Kendati demikian, berbagai rintangan dihadapinya saat memulai usaha bersama sang ayah. Atta sempat mengalami kesulitan berkomunikasi karena tidak paham Bahasa Indonesia.
"Saya lahir di Pakistan, sampai Indonesia tidak paham bahasa. Namun saya berusaha, belajar saja sama warga lokal, saya hanya tahu bahasa 'terima kasih'," ucap Atta.
Selain itu, Atta mengaku juga pernah mengantar karpet pesanan orang seberat 40 kilogram menggunakan motor. "Saya naik motor, saya pangku karpet di paha saya seberat 40 kilogram, sampai kaki saya itu ada lecet-lecet," tutur Atta.
Meski rintangan yang dihadapinya cukup sulit, Atta mengatakan, dirinya tetap bersyukur dengan apapun yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, kunci kesuksesan adalah dengan bersyukur serta menjalin silaturahmi dengan siapa pun.
"Saya diberikan apapun bersyukur, masih bernapas alhamdulillah, sehat, punya teman, punya saudara, itu anugrah luar biasa kita bersyukur," tuturnya.
Selain itu, melayani pelanggan dengan sepenuh hati juga menjadi hal terpenting dalam menjalani usahanya. "Sejak awal saya dan ayah saya tekankan, siapapun yang datang, hanya mau lihat-lihat karpet tidak apa-apa. Beli berapapun harganya kita layani sama rata, saya tidak pandang siapa dan apa jabatannya," kata Atta.
Menurutnya, cara-cara tersebut yang membuat toko Al-Barkat Carpets berkah dan memiliki 28 cabang hampir di seluruh Indonesia. "Ini semua semoga berkah yang diberikan Allah SWT kepada saya. Semoga semuanya yang datang ke Al-Barkat Carpets juga diberkahi," ucap Atta.
Adapun karpet yang dijual Atta merupakan barang yang diimpor langsung dari beberapa negara, seperti Turki, Iran, Afghanistan, Kazakhstan, dan Pakistan. Bahan dirancang juga premium, bahkan ada yang dibuat pakai tangan (handmade) tanpa mesin sehingga dibanderol cukup mahal sampai miliaran.
"Jadi kenapa mahal, kita tidak menjual asal harga tinggi karena impor. Ada kualitas harganya juga tinggi. Karpet Al-Barkat Carpets ada yang dibuat dari benang wol hingga sutra," tutur Atta.
(bal)