LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam adalah salah satu orang paling sukses dan berpengaruh di dunia. Seperti yang dikatakan astrofisikawan dan penulis buku Michael H. Hart, “Dia adalah satu-satunya pria dalam sejarah yang sangat sukses baik dalam bidang agama maupun sekuler.”
Baginda rasul mengajarkan kita bagaimana menjadi sukses di dunia dan juga di kehidupan selanjutnya.
Mengutip laman About Islam, berikut lima prinsip utama kesuksesan menurut Nabi Muhammad saw:
1. Mulai dari hal mudah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Ra. bahwa Rasulullah tidak memilih kecuali yang mudah yang dipilihnya,
Dari Aisyah, beliau menuturkan, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah beliau memilih di antara dua perkara, melainkan beliau akan memilih yang paling ringan di antara kedua pilihan tersebut, selama tidak mengandung dosa. Namun jika mengandung dosa, maka beliau adalah manusia yang paling jauh darinya. Demi Allah, beliau tidak pernah marah karena kepentingan pribadi, dan jika kehormatan Allah dilanggar, maka beliau marah karenaNya. (HR. Bukhari)
Baca juga:
Megaproyek Masjid dan Pesantren di Bogor, Wapres Resmikan 'Kota Santri' Modern2. Temukan keuntungan dalam kerugian
Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Anda mungkin tidak mengetahui alasannya, namun Allah Ta'ala mengetahuinya dengan baik.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Insyirah ayat 5-6,
فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Saat ada masalah, pasti ada peluang. Jadi untuk sukses, abaikan masalah dan fokuslah pada peluang.
3. Ubah minus menjadi plus
Kisah Perang Badar bisa menjadi penjelas tentang poin ini, di mana sekitar 70 orang kafir dijadikan tawanan perang.
Nabi Muhammad mengumumkan bahwa jika salah satu dari mereka mau mengajar sepuluh Muslim, cara membaca dan menulis maka mereka akan dibebaskan.
Ini adalah sekolah pertama dalam sejarah Islam, yang murid-muridnya Muslim dan guru-gurunya bukan hanya non-Muslim, namun juga musuh umat Islam.
4. Gradualisme daripada Radikalisme
Ini adalah cara terbaik untuk melakukan perubahan sosial. Jika kita analisa ayat-ayat yang diturunkan pada tiga belas tahun pertama, semuanya tentang surga, api neraka, syirik dan lain-lain.
Namun setelah hati umat Islam menjadi lunak dan mereka hijrah ke Madinah, Allah menurunkan hukumnya secara bertahap.
Misalnya larangan minum khamr. Allah SWT mengetahui orang-orang itu terbiasa dan banyak minum minuman keras. Allah Ta'ala kemudian menurunkan larangan minum secara bertahap dalam tiga ayat ini:
Surat Al-Baqarah: 219
يَسۡـــَٔلُوۡنَكَ عَنِ الۡخَمۡرِ وَالۡمَيۡسِرِؕ قُلۡ فِيۡهِمَآ اِثۡمٌ کَبِيۡرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَاِثۡمُهُمَآ اَکۡبَرُ مِنۡ نَّفۡعِهِمَا ؕ وَيَسۡـــَٔلُوۡنَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الۡعَفۡوَؕ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمُ الۡاٰيٰتِ لَعَلَّکُمۡ تَتَفَكَّرُوۡنَۙ
Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya." Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, "Kelebihan (dari apa yang diperlukan)." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan,
Surat An-Nisa: 43
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَقۡرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنۡـتُمۡ سُكَارٰى حَتّٰى تَعۡلَمُوۡا مَا تَقُوۡلُوۡنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِىۡ سَبِيۡلٍ حَتّٰى تَغۡتَسِلُوۡا ؕ وَاِنۡ كُنۡتُمۡ مَّرۡضٰۤى اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ اَوۡ جَآءَ اَحَدٌ مِّنۡكُمۡ مِّنَ الۡغَآٮِٕطِ اَوۡ لٰمَسۡتُمُ النِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُوۡا مَآءً فَتَيَمَّمُوۡا صَعِيۡدًا طَيِّبًا فَامۡسَحُوۡا بِوُجُوۡهِكُمۡ وَاَيۡدِيۡكُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُوۡرًا
Artinya: Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.
Surat Al-Maiday: 90
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنَّمَا الۡخَمۡرُ وَالۡمَيۡسِرُ وَالۡاَنۡصَابُ وَالۡاَزۡلَامُ رِجۡسٌ مِّنۡ عَمَلِ الشَّيۡطٰنِ فَاجۡتَنِبُوۡهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.
5. Menghindari kekerasan
Kebanyakan orang non-Muslim mengira Islam disebarkan dengan pedang, padahal yang terjadi justru sebaliknya. Seperti saat Mekkah ditaklukkan dan semua musuh dibawa ke hadapan Rasulullah.
Alih-alih berkata, “Bunuh mereka semua, hai orang-orang kafir!”, Rasulullah saw malah berkata, "Pergilah kamu bebas".
Perkataan Nabi Muhammad saw itu membuat orang non Muslim ini terkejut. Perilaku Rasulullah saw yang menghindari kekerasan berdampak ajaib hingga menuntun mereka masuk Islam.
(ori)