LANGIT7.ID, Jakarta - Bisnis
tanaman hias masih laris manis sekarang ini. Para pelaku usaha harus paham cara dan tips mengembangkan usaha tersebut sehingga diminati konsumen.
Tanaman hias sempat menjadi tren yang melonjak signifikan selama pandemi Covid-19 dua tahun lalu. Namun
bisnis tersebut berangsur menurun.
Pasalnya mobilitas masyarakat yang telah berangksur kembali normal. Tapi tanaman hias masih memiliki pasar sendiri seperti sebelum pandemi.
Baca Juga: Lubuk Minturun, Wisata Pemandian Alam dan Lokasi Pembibitan Tanaman HiasUntuk itu dibutuhkan improvisasi bisnis untuk bisa menggairahkan kembali bisnis tanaman hias ini. Begini caranya:
1. LokasiWalaupun sekarang zamannya serba online, tapi fisik sebuah toko tetap diperlukan, khususnya untuk etalase tanaman hias. Dengan melihat-lihat secara langsung, juga bisa jadi menarik perhatian pelanggan untuk membelinya.
Jadi, Sahabat perlu menentukan lokasi strategis toko tanaman hias. Pilihlah lokasi yang memiliki halaman luas, mudah dijangkau, dan ramai akan wara-wiri masyarakat, sehingga dapat menimbulkan ketetarikan banyak orang untuk mampir.
2. PemasaranAda dua metode yang bisa Sahabat lakukan sebagai strategi pemasaran tanaman hias. Berbeda antara metode pemasaran online dengan offline.
Sahabat memang dianjurkan untuk tidak hanya berfokus pada salah satunya. Tapi menggunakan pemasaran secara online dan offline untuk menjangkau banyak pembeli.
Untuk pemasaran online, Sahabat bisa memberikan paket menarik, baik itu promo, diskon, atau pun bundle. Sementara offline, Sahabat harus bisa menata etalasa toko secantik mungkin untuk menambah gairah ketertarikan calon pembeli.
3. PeralatanKebanyakan pelaku usaha masih berfokus pada produk tanaman hias saja. Padahal, ada banyak peralatan atau pernak-pernik untuk kebutuhan mempercantik tanaman hias.
Misalnya saja seperti bebatuan hias, pot unik, media tanam, pupuk, dan lainnya. Ini juga merupakan produk yang melekat dengan tanaman hias dan memiliki nilai jual.
Sahabat bisa melengkapi toko yang ada dengan berbagai peralatan ini. Dengan harapan, segala kebutuhan pehobi tanaman hias bisa dipenuhi di satu toko Sahabat saja.
4. StokBisnis tanaman hias bukan hanya soal keanekaragaman jenis dari tanaman yang ada, tapi juga soal stok. Artinya, Sahabat perlu memastikan ketersediaan stok tanaman hias di toko.
Kalaupun ada tanaman hias yang kurang peminatnya, Sahabat bisa mengakalinya dengan stok yang sedikit, dan menambah stok tanaman hias yang sedang tren.
Sahabat juga bisa menjadikan stok ini sebagai strategi pemasaran loh. Caranya dengan membuat seolah-olah stok tanaman hias yang sedang banyak diminati itu sedikit.
Dengan begitu, ada rasa tergesa-gesa dan mendesak dari calon pembeli untuk segera melakukan transaksi. Ini merupakan strategi untuk mempengaruhi psikologi pembeli, sehingga mereka merasa takut kehabisan.
5. Bonus Bonus ini sering dikategorikan sebagai promo yang cukup ampuh meningkatkan ketertarikan pembeli. Sahabat juga tidak boleh pelit terhadap pelanggan, terlebih jika mereka sudah menjadi loyal konsumen atau langganan.
Rasulullah SAW saja mengajarkan kita untuk melakukan strategi ini. Dengan memberikan bonus, Sahabat tidak hanya menjaga loyal konsumen, tapi berpeluang mendapatkan loyal konsumen baru.
Hitung-hitung sedekah, bonus ini juga bisa mendapatkan keberkahan dalam usaha loh. Dengan harapan perkembangan usaha ke depan semakin baik.
(bal)