Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 22 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Refleksi Idul Adha, Muhammadiyah Ajak Umat Bangun Kesalehan Kolektif

Muhajirin Sabtu, 09 Juli 2022 - 19:50 WIB
Refleksi Idul Adha, Muhammadiyah Ajak Umat Bangun Kesalehan Kolektif
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir (foto: muhammadiyah.or.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, menilai inti ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha adalah menebar kesalehan kolektif. Bangsa Indonesia memerlukan energi kolektif untuk menebar segala jenis kebaikan tentang persatuan dan perdamaian.

“Kita bisa hidup membangun kebersamaan, keberagaman, saling menghormati, bertoleransi dalam kehidupan beragama maupun berabngsa. Tidak kalah pentingnya nilai kebangsaan yang membawa pada kemajuan hidup bersama,” kata Haedar dalam khutbah Refleksi Idul Adha 1443 H, Sabtu (9/7/2022).

Dia menilai, Indonesia membutuhkan energi kolektif kemajuan semua anak bangsa. Ini sangat diperlukan untuk sebuah negara yang tengah bertumbuh dan berkembang.

Baca Juga: Muhammadiyah Gelar Salat Idul Adha di 431 Titik se-DIY

Dia mengatakan, seluruh ibadah dalam islam melahirkan jiwa yang selalu dekat dengan Allah. Dengan taqarrub kepada Allah, maka umat Islam akan menjalankan kebaikan di dunia seperti jujur baik dan jujur, sehingga tidak punya ruang untuk melakukan penyimpangan harta.

Orang yang selalu dekat dengan Allah akan memancarkan kesalehan dalam hidup. Kesalehan itu juga harus berbagi dengan yang lain, sehingga keshalihan itu menjadi milik bersama dalam membangun keadaban publik.

“Kita mesti menjadi bangsa, menjadi umat yang berkeadaban mulia, baik di dalam tutur kata, menulis, mereaksi berbagai hal, tentu keadaan publik menjadi contoh teladan,” jelas Haedar.

Baca Juga: Ratusan Umat Islam Hadiri Salat Idul Adha di BCP Kota Bekasi

Selain itu, dia juga mengimbau umat Islam menebarkan semangat hidup rukun bersama. Masyarakat muslim maupun umat beragama di Indonesia harus bisa menjadikan agama dan nilai-nilai kehidupan kebangsaan untuk merekat kebersamaan dan persatuan.

“Sehingga kita bisa maju, kita bisa jaya, kita bisa menjadi bangsa yang unggul karena kita bersatu, hatta di saat kita berada, Termasuk di dalam menghadapi perbedaan Idul Adha,” kata Haedar.

Dia berharap, ke depan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia, memiliki satu kalender internasional atau kalender global yang memberikan kepastian. Tetapi, sembari mengusahakan itu, setiap anak bangsa harus saling menghormati dan menghargai perbedaan saat ini.

Baca Juga: Lampaui Negara hingga Korporasi Global, Muhammadiyah Siap Go Internasional

Meski pemerintah yang menentukan hari dan tanggal Idul Adha, dia berharap petinggi negara bersikap toleran dan mengayomi di tengah keberagaman.

“Kita harapkan juga pemerintah bersifat toleran, mengayomi, sekaligus menjadi tempat bersandar di tengah keragaman sehingga pemerintah tidak perlu bersifat monolitik,” pungkas Haedar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 22 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan