Pengertian Hari Tasyrik, Waktu Dilarang Berpuasa bagi Umat Islam
mahmuda attar husseinAhad, 10 Juli 2022 - 18:00 WIB
Pengertian Hari Tasyrik, Waktu Dilarang Berpuasa bagi Umat Islam. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengertian hari tasyrik adalah 3 hari spesial bagi umat Islam yakni pada 11, 12 dan 13 dzulhijjah. Ada larangan berpuasa saat momen khusus tersebut.
Hari Tasyrik menurut ahli bahasa dan ahli fikih adalah tiga hari setelah Hari Raya Idhul Adha. Dinamakan tasyrik karena di hari-hari tersebut daging-daging hewan kurban masih dibagikan.
Jumhur ulama menyatakan disunnahkan takbiran setelah sholat fardhu di hari-hari tasyrik. Takbir mutlak dimulai sejak terbenamnya matahari pada 9 Dzulhijjah atau umumnya disebut malam takbiran.
Sedangkan waktu akhir dari takbir mutlak ini adalah sebelum maghrib tanggal 13 Dzulhijjah. Sedangkan untuk takbir muqayyad, maka dimulai sejak habis maghrib malam hari raya hingga habis ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Dan takbir muqayyad hendaknya dibaca terlebih dahulu sebelum berdzikir rutin setelah shalat fardhu.
Pada hari tasyrik ini, para jamaah yang menunaikan haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah. Sementara untuk yang tidak sedang berhaji, hari tasyrik menjadi waktu larangan berpuasa.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”