LANGIT7.ID, Jakarta - Brand Coca-cola bisa dijadikan bahan untuk belajar
mengembangkan bisnis. Pasalnya, minuman soda yang satu ini kerap memberikan sebuah inovasi tak kasatmata.
Coca-cola seperti tidak mengalami perubahan produk sejak awal kemunculannya. Yakni tetap menghadirkan minuman soda dengan tulisan "coca-cola".
Padahal sejak awal berdirinya, Coca-Cola telah mengalami banyak perubahan dan inovasi pada bisnisnya. Apa saja itu? Mari simak ulasannya.
Peralihan tujuan bisnisSeorang apoteker sekaligus Veteran Angkatan Darat AS, John Stith Pemberton merupakan pencipta awal dari Coca-cola.
Baca Juga: Tips Jalankan Bisnis Skala Miliaran Tanpa Modal, Simak CaranyaAwalnya, dia menciptakan minuman dari daun koka dengan campuran anggur merah untuk mengurangi kecanduan terhadap morfin guna meredam rasa sakit akibat luka perang.
Apalagi para ahli percaya bahwa satu helai daun koka yang mengandung 0,35 persen kokain bisa mengurangi kecanduan pada opium dan morfin. John kemudian menggunakan keahliannya untuk membuat minuman obat versinya sendiri untuk menyembuhkan kecanduan dan menjualnya kepada para tentara.
Namun, larangan penggunaan alkohol pada masa itu membuatnya berinovasi menciptakan ramuan baru. Dia mengeluarkan anggur merah dari resepnya, dan mencampurkan kafein sintetis, gula, minyak lemon, biji pala dan lainnya hingga minuman itu diberi nama Coca-Cola.
Suntikan danaJohn yang sempat jatuh sakit sempat membuat brand Coca-Cola hampir menuju kebangkrutan. Hingga dia menjual seluruh sahamnya kepada orang yang juga apoteker, yaitu Asa Griggs Candler yang kemudian mendirikan The Coca-Cola Company pada 1892.
Candler memperkenalkan produk Coca-Cola pada publik yang lebih luas. Dia bahkan membagikan segelas Coca-Cola secara gratis di tempat perkumpulan yang cukup populer saat itu.
Inisiatif inilah yang juga menjadi cikal bakal dari kupon diskon yang banyak dijadikan strategi pemasaran bisnis saat ini.
KemasanSaat itu, Coca-Cola dijual dalam bentuk sirup yang dituang dalam gelas. Sampai akhirnya Candler menemukan investor dan menjalin kerja sama untuk mengubah kemasan Coca-Cola menggunakan botol.
Dengan kemasan barunya, minuman berkarbonasi ini disambut baik oleh pasar. Bahkan, penjualannya pun turut meroket dan brand pesaingnya seperti pepsi mulai ikut-ikutan menjual produknya dalam botol.
Mesin dispenser otomatisSeiring perkembangannya, Coca-Cola mulai menghilangkan daun koka yang mengandung kokain dalam resepnya. Selanjutnya, mulai meluncurkan mesin dispenser otomatis yang diletakkan di restoran dan minimarket.
Strategi itu kembali mendongkrak penjualannya. Bahkan mulai berekspansi hingga keluar Amerika Serikat dan mulai masuk ke Eropa.
Minuman penyegar dahagaPromosi masif dilakukan di Eropa. Hadir dengan narasi berbeda, Coca-Cola bukan lagi digunakan hanya untuk mengurangi kecanduan terhadap morfin tapi sebagai minuman penyegar dahaga.
Strategi itu menuai dampak positif dan membuatnya bisa masuk dan aktif menjadi sponsor event besar dunia selama olympic games pada masa itu.
Kampanye besar-besaranCoca-Cola sukses menjadi sponsor event besar olahraga dunia sekaligus menjadi penyuplai kepada prajurit perang saat pecahnya Perang Dunia II. Minuman berwarna hitam kemerahan bahkan diberikan kepada seluruh prajurit di manapun mereka berada.
Perubahan ikonAwalnya, ikon Coca-Cola adalah Santa Claus dengan badan ramping dan berkostum hijau. Kemudian diganti menjadi Santa Claus gemuk dengan kostum berwarna merah.
Hal ini dipercaya dapat mengubah citra Coca-Cola dan membuatnya semakin dapat diterima. Hingga kini, Coca-Cola masih terus banyak melakukan inovasi dalam perkembangan bisnisnya.
Menariknya, beberapa inovasi itu justru tidak disadari atau dilakukan tak kasatmata. Tidak jarang Coca-Cola menjadi yang terdepan di tengah persaingan bisnis serupa.
(bal)