LANGIT7.ID–Jakarta; Arab Saudi baru saja memperkenalkan Milaf Cola, minuman baru yang digadang-gadang bakal jadi pesaing Coca-Cola dan merek soda populer lainnya.
Yang bikin beda, Milaf Cola nggak pakai sirup jagung atau gula tebu seperti soda biasa. Minuman ini justru dibuat dari kurma—dan katanya sih ini minuman pertama di dunia yang pakai kurma sebagai bahan utama.
Milaf Cola diperkenalkan pertama kali di Riyadh Date Festival oleh CEO Thurath Al-Madina, Bander Al-Qahtani, bareng Menteri Pertanian Saudi, Abdulrahman Al-Fadley. FYI, Thurath Al-Madina ini anak usaha dari Dana Investasi Publik Arab Saudi (Public Investment Fund).
Para pembuatnya klaim kalau Milaf Cola ini lebih sehat dibanding soda biasa karena nggak pakai gula tambahan sama sekali. Kurmanya pun diambil dari dalam negeri, jadi lebih ramah lingkungan.
Langkah ini juga sejalan dengan program ambisius Vision 2030 Arab Saudi yang mendorong produk lokal, ramah lingkungan, dan ingin bikin ekonomi serta budaya mereka makin beragam.
Seperti yang kita tahu, Arab Saudi termasuk salah satu pengekspor kurma terbesar di dunia. Buah satu ini juga dikenal punya banyak manfaat buat kesehatan dan udah jadi bagian penting dari budaya makan di Timur Tengah.
Perusahaan pembuat Milaf Cola juga bilang mereka berencana bikin varian minuman lain berbahan dasar kurma, termasuk minuman energi. Mereka ingin nunjukin ke pasar internasional bahwa kurma itu bukan cuma camilan tradisional, tapi juga bisa diolah jadi produk modern dan kekinian.
Milaf Cola dan Isu Boikot Coca-Cola
Kehadiran Milaf Cola juga muncul di tengah makin ramainya boikot terhadap merek-merek Amerika, termasuk Coca-Cola, yang dianggap terlalu dekat dengan Israel.
Sejak Israel melancarkan serangan ke Gaza tahun lalu—yang sampai sekarang sudah menewaskan lebih dari 44.664 warga Palestina—banyak masyarakat di dunia Arab mulai mencari alternatif dari produk-produk Amerika.
Coca-Cola jadi salah satu target boikot karena anak perusahaannya di Israel punya pabrik yang dibangun di kawasan permukiman ilegal Atarot, Tepi Barat.
Sejak saat itu, berbagai minuman alternatif seperti Gaza Cola, Freeway Cola, hingga Super Soda Cola dari V7 mulai bermunculan di pasar.
Bahkan, kabarnya penjualan Coca-Cola di Mesir langsung anjlok sejak perang Israel dimulai. (*/bil/the new arab)
(lam)