LANGIT7.ID, Makassar - Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bayi. Dengan memberikan ASI, para Ibu memenuhi hak dasar anak. Sayangnya, tidak semua Ibu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup akan pentingnya ASI bagi anak mereka.
Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, berupaya mendorong para Ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Selain itu, juga memberikan pengetahuan tentang pentingnya ASI dengan segudang manfaat.
Kata dia, dengan pemberian ASI ada banyak manfaat yang diperoleh seperti meningkatkan kekebalan tubuh bayi dari berbagai penyakit, mencegah diare dan malnutrisi. Itu karena kandungan ASI memiliki nutrisi lengkap.
ASI juga membuat bayi tumbuh sehat dan cerdas. Pemberianya juga memperkuat bonding antara Ibu dan bayi, mengurangi resiko kanker payudara pada Ibu, serta membantu memberi jarak pada kehamilan, menghemat biaya dan menjaga lingkungan.
Istri dari Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman itu, pun mengatakan, peran suami juga sangat diperlukan dalam mengurus anak.
(Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina)Program Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAT) mengedukasi pula pentingnya peran ayah dalam mendukung ibu menyusui, karena ayah adalah sosok paling dekat dengan ibu. Penyampaian edukasi tersebut diberikan lewat kegiatan simulasi di masyarakat.
"Bentuk dukungan yang dapat ayah lakukan dalam mendukung Ibu menyusui, diantaranya dengan menjamin ketersediaan makanan bergizi bagi ibu menyusui," katanya pada Talkshow yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (6/8/2021).
Ayah diharapkan mampu membantu mengurus bayi dan berbagai permasalahan selama proses menyusui. Seorang ayah juga sudah semestinya menjaga kondisi psikologis ibu dengan membuat ibu tetap bahagia dan tidak tertekan.
Apalagi diketahui, ibu menyusui sering menghadapi masa-masa sulit bahkan tidak sedikit yang mengalami baby blues syndrome (Sindrom
"Inilah yang menjadi peran PKK, bagaimana memberdayakan potensi besar yang kami miliki untuk mengubah pola pikir masyarakat untuk mendukung pemberian ASI eksklusif bagi bayi hingga 6 bulan dan menyusui hingga usia 2 tahun," terangnya.
(arp)