Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home sosok muslim detail berita

Belajar dari Syekh Hatim, Pura-Pura Tuli demi Jaga Aib Orang

mahmuda attar hussein Senin, 18 Juli 2022 - 10:00 WIB
Belajar dari Syekh Hatim, Pura-Pura Tuli demi Jaga Aib Orang
Ilustrasi ulama yang berpura-pura tuli demi menjaga aib orang lain. (Foto: Pixabay).
LANGIT7.ID, Jakarta - Kisah Syekh Abu Abdurrahman Hatim bisa dijadikan contoh pembelajaran bagi umat Islam. Dia berpura-pura tuli sampai 15 tahun demi menjaga aib orang lain.

Dikutip dari kitab Tadzkirotul Auliya, Syekh Hatim dijuluki Al-Asham (tuli). Padahal sebetulnya, dia bisa mendengar secara normal.

Julukan itu disematkan padanya karena pada suatu masa dia mendapati kunjungan seorang wanita untuk menanyakan suatu perkara. Namun di tengah pertanyaannya, si wanita buang angin tanpa sengaja.

Belajar dari Syekh Hatim, Pura-Pura Tuli demi Jaga Aib Orang

Hingga terdengarlah suara kentut oleh ulama besar yang wafat di Baghdad, Irak, pada tahun 852 Masehi/237 Hijriah itu. Tampak wajah wanita itu memerah menahan malu.

Baca Juga: Kisah Pria Ingin Berzina dan Beritahu Rasulullah, Ini Jawab Beliau

Melihat perangai wanita yang sudah terlanjur malu, Syekh Hatim tiba-tiba saja berkata agak keras, "Ulangi suaramu lebih keras!" katanya.

Kaget mendengar suara Syekh Hatim yang dilontarkan keras, wanita itu kebingungan. Sampai Syekh Hatim mengulangi perkataannya sekali lagi.

"Hai! keraskanlah suaramu, karena aku tidak mendengar apa yang kau bicarakan!" kata Syekh Hatim sambil mengeraskan suaranya lagi.

Saat itu, si wanita mulai menduga bahwa Syekh Hatim adalah seorang yang tuli. Dia pun merasa cukup lega, karena menganggap suara kentutnya tidak sampai terdengar.

Sampai rasa malu wanita itu mulai pudar. Dia pun kembali mengulang pertanyaannya kepada Syekh Hatim.

Syekh Hatim terus berpura-pura tuli untuk menjaga rasa malu dan aib wanita tersebut selama dia hidup, bahkan kurang lebih sampai hampir 15 tahun lamanya. Bukan tanpa alasan, dia juga berpura-pura tuli untuk menjaga kehormatan tamunya.

Belajar dari Syekh Hatim, Pura-Pura Tuli demi Jaga Aib Orang

Setelah meninggalnya wanita itu, Syekh Hatim menjawab pertanyaan orang-orang dengan spontan tanpa berpura-pura tuli lagi.

Dari sini kita bisa belajar bagaimana seorang ulama besar menutup aib untuk menjaga kehormatan tamunya. Bahkan dia rela berpura-pura tuli lebih dari satu dekade.

Seperti sabda Rasulullah SAW, yang artinya: "Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya." (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)