LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan program Kampanye Sadar Wisata dan Pengembangan Pemasaran Online di 6 Destinasi Pariwisata Prioritas.
Program tersebut sebagai upaya mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha lokal di sektor pariwisata.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, selain program tersebut pihaknya juga akan menerapkan program Peningkatan Kualitas Layanan bagi usaha lokal di sektor pariwisata.
"Program tersebut akan diterapkan di 4 Destinasi Super Ptioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Yogyakarta, Prambanan, Mandalika, dan Labuan Bajo serta 2 Destinasi Prioritas yakni Bromo, Tengger, Semeru, dan Wakatobi," jelas Sandiaga saat Weekly Press Briefing di gedung Sapta Pesona dikutip Rabu, (20/7/2022).
Baca juga: Delegasi KTT Y20 Diminta Turut Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan BerkelanjutanMenurut Sandiaga, pelaksanaan program KSW tersebut akan dipilih kader desa wisata. Mereka akan dibekali pelatihan dan ditugaskan untuk membuat proyek rencana pengembangan desanya masing-masing. Selanjutnya, para peserta juga akan didampingi saat implementasinya.
"Pelaksanaan program Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Pemasaran Online serta Peningkatan Kualitas Layanan akan dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan pelatihan, perancangan program pelatihan, pelaksanaan pelatihan, serta pengawasan dan evaluasi," katanya.
Sandiaga menuturkan, pihaknya ingin peningkatan SDM di era Society 5.0 sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga wisatawan dapat menikmati kunjungannya.
"Maka kita harus fokus pada penyiapan masyarakat yang awaredengan perkembangan, peningkatan usaha lokal pengguna layanan online dan upaya meningkatan ratingnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh menjelaskan, program KSW ini sebenarnya telah dilakukan secara rutin.
Baca juga: Desa Wisata Pandansari Hadirkan Wahana Outbound dengan Suasana Pedesaan“Namun mengingat ada dukungan dari Bank Dunia, kami sudah melakukan persiapan dalam skema kampanye sadar wisata yang lebih berkelanjutan, dibagi dalam 4 tahap yaitu sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan apresiasi,” katanya.
Tahapan tersebut akan dilaksanakan secara multi years (tahun 2022-2023) guna memperkuat keterkaitan perekonomian lokal dengan pariwisata.
Selain itu, kegiatan ini didedikasikan untuk Destinasi Pariwisata Prioritas melalui berbagai metode.
"Terutama dengan modul-modul yang kita persiapkan. Kami juga mendorong partisipasi aktif pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata di desanya masing-masing, sekaligus pendaftaran kandidat champion local desa,” ujar Frans Teguh.
Dia menjelaskan, program Kampanye Sadar Wisata akan fokus pada penerapan Sapta Pesona Era Society 5.0, Pelayanan Prima, dan disiplin protokol Kesehatan (CHSE).
(sof)