LANGIT7, Jakarta - Fenomena Citayam Fashion Week mendapat perhatian dari Indonesia Workspace and Digital Accelerator Association (Perjakbi). Lenggak-lenggok remaja tanggung memamerkan gaya fesyen di kawasan bisnis dan perkantoran Jalan Sudirman, Jakarta Pusat dinilai sebagai bentuk kreativitas.
Ketua Perjakbi, Anthony Leong menyampaikan bahwa fenomena Citayam Fashion Week harus dimaknai sebagai ajang kreativitas para anak muda. Pada sisi lain, adanya penolakan beasiwa pendidikan dari Menteri Sandiaga Uno, memuncuklan tantangan tersendiri bagi industri
co-working space.
Baca Juga: Anak Nongkrong SCBD Jangan Lupa Salat, Ini 3 Mushola di Area Terowongan Kendal"Perjakbi siap sediakan kantor wadah untuk mereka lakukan kreativitas. Ekosistem yang telah kami miliki ini siap membantu mereka menggapai cita-cita menjadi
content creator dan pengusaha pemula," ujar Anthony lewat siaran media elektronik, Rabu (20/7/2022).
Anthony menambahkan, untuk menjadi
content creator pasti butuh ruang kerja yang baik dan didukung dengan lokasi strategis di kawasan Sudirman. Perjakbi mempunyai hal itu, pastinya untuk mendukung para talenta anak muda ini untuk menjadi pengusaha dan
content creator.
"Kami akan berikan program khusus bagaimana para remaja ini mampu menciptakan usaha-usaha baru dengan peluang yang ada, dengan mereka sudah terkenal saat ini
brand yang mereka iklankan pastinya akan banyak yang tertarik dan membelinya," ungkap Anthony.
Baca Juga: 4 Model Berlenggok di Catwalk Zebra Cross SCBD, Nomor 3 Bareng BongeIa juga menegaskan era disrupsi saat ini, mengubah tren dan minat masyarakat khususnya anak muda dengan cepat, fenomena ini menjadi fakta bagaimana anak-anak muda harus pandai menyikapi perubahan-perubahan tersebut. Contohnya lebih memilih menghasilkan uang dengan jiwa kreatifitas lewat konten media sosial dan menjadi
influencer.
“Kami harapkan para remeja Citayam Fashion Week, mampu membawa dampak positif dan menciptakan nilai tambah bagi industri kreatif dan perekonomian Indonesia kedepannya," kata Anthony.
Baca Juga:
Saingi Kelas Borju, Citayam Fashion Week Jadi Ruang Eksis Pemuda Menengah ke Bawah
Sosiolog Nilai Positif Fenomena Citayam Fashion Week
Model Profesional Ikut Citayam Fashion Week, Muncul Istilah Haradukuh(asf)