LANGIT7.ID, Jakarta,- -
Hari Bumi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 April. Momen ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki keterlibatan dalam membawa
perubahan untuk menjaga bumi.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga bumi. Satu langkah sederhana namun sering dilupakan adalah memiliki kesadaran penuh dan bijaksana sebagai pelaku
konsumen utama saat
berbelanja, terutama pakaian dan aksesoris pelengkap seperti tas dan sepatu (
fashion).
Baca juga: Sejarah Munculnya Hari Bumi dan Perjalanannya hingga Sekarang Seniman daur ulang, Intan Anggita Pratiwie punya cara sendiri mengurangi dampak lingkungan lewat sustainable fashion.
Pendiri social enterprise yang berfokus pada penanganan masalah limbah fashion ini mengenalkannya lewat konsep 4R, yaitu Reuse, Reduce, Repair, dan Recycle. Intan menerapkan konsep ini dalam kesehariannya untuk mendukung fashion berkelanjutan.
1. Reuse "Memakai kembali, menukar atau mendonasikan pakaian, tas, dan sepatu yang sudah tidak dipakai," kata Intan di acara NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz Citizens) beberapa waktu lalu.
Baca juga: Indonesia Tuan Rumah Vespa World Day 2022 2. Reduce Reduce yaitu dengan cara mengurangi konsumsi dan produksi fashion baru, serta limbah yang dihasilkan oleh industri fashion.
"Misalnya dengan membeli pakaian, tas, dan sepatu yang berkualitas dan tahan lama, merawat barang-barang tersebut dengan baik agar dapat dipakai secara berkelanjutan, dan memilih barang second-hand atau barang fashion yang dibuat dari bahan daur ulang," jelasnya.
3. Repair Memperbaiki pakaian, tas, dan sepatu, baik secara mandiri maupun dengan bantuan.
Baca juga: Usung Konsep Sustainable, Glashka Sulap Bahan Sisa Jadi Sepatu & Tas Unik 4. Recycle Mendaur ulang pakaian yang sudah bosan untuk dipakai.
Konsep fashion berkelanjutan juga dapat dilakukan lewat beberapa tips sederhana dan kreatif untuk menerapkan mindful buying atau berbelanja dengan kesadaran penuh.
(est)