LANGIT7.ID, Jakarta,- -
Mindful buying atau berbelanja dengan penuh kesadaran sehingga menghindari
pembelian yang tidak perlu.
Kebiasaan ini bila diterapkan dengan serius dapat memberi dampak positif bagi lingkungan, karena yang dipilih adalah produk-produk
ramah lingkungan. Baca juga: Hari Bumi Sedunia, Kurangi Dampak Lingkungan Lewat Sustainable FashionPendiri social enterprise yang berfokus pada penanganan masalah limbah fashion, Intan Anggita Pratiwie, memberikan sejumlah tips sederhana dan kreatif untuk menerapkan
mindful buying. Menurut Intan Anggita, lawan dari mindful buying adalah impulsive buying. Karenanya, untuk dapat menerapkan konsep mindful buying sebaiknya hindari berbelanja secara impulsif, yaitu berbelanja tanpa perencanaan.
Caranya dengan mengenali gaya khas pribadi kita terlebih dahulu agar tidak terlena untuk membeli semua baju yang telihat lucu dan ramah di kantong.
"Ini juga memudahkan kamu agar bisa lebih selektif saat berbelanja pakaian yang sedang nge-tren sementara waktu," kata Intan.
Baca juga: Tips Membangun Bisnis Sustainable Fashion bagi PemulaApalagi saat ini tren tas dan sepatu yang terbilang murah dan musiman sering mendorong brand untuk produksi secara berlebihan dan akhirnya menghasilkan limbah yang lebih banyak.
"Jika kamu ingin mendukung sustainable fashion, kamu bisa memilih pakaian dengan potongan model yang lebih timeless agar lebih hemat jangka panjang dan tidak musiman tren tertentu,"
"Selain itu, kamu juga bisa memilih tas dan sepatu yang dengan bahan yang berkualitas sekaligus" tambah Intan.
Dia juga menyarankan untuk hanya punya 1-2 sepatu dan tas yang awet dan bisa digunakan di berbagai kesempatan.
"Daripada membeli banyak sepatu dan tas, namun akhirnya tidak terpakai dan bahkan terbuang," sarannya.
Kemudian dengan mengenali jenis kain dan pakaian yang ramah lingkungan. Cara paling mudah untuk mengenali jenis kain yang ramah lingkungan adalah dengan mengecek label bahan, biasanya pada bagian label akan tertulis ”100% katun” apabila bahan tersebut organik.
Baca juga: Qonitah Al Jundiah Sebut Sustainable Fashion Keharusan, Bukan TrenBeberapa serat alami yaitu katun, wol, sutra, kasmir, mohair, flax, hemp, jute, rami, sisal, pisang, dan nanas. Untuk serat buatan yaitu seperti polyester, polycondensate, nylon, polymer, acrylic, PVC, dan lain-lain.
Langkah selanjutnya untuk menerapkan mindful buying dengan mendukung brand lokal yang mendukung fashion berkelanjutan.
"Brand yang mendukung fashion berkelanjutan biasanya berkaitan dengan produksi batik, tenun, dan barang fashion yang menggunakan serat, pewarna alami, diproduksi secara etis, dan bisa diperbaiki," jelas Intan.
Selain itu, untuk tas dan sepatu yang mendukung ramah lingkungan biasanya bisa dengan bahan-bahan tas dari plastik daur ulang dan sepatu dari katun organik, kanvas alami, polyester daur ulang, dan karet daur ulang yang lebih biodegradable daripada karet sintetis.
Baca juga: 73% Pakaian Berakhir Jadi Limbah, Ini Pentingnya Sustainable Fashion”Dengan mengutamakan dan menerapkan konsep keberlanjutan dalam berbelanja dan mengelola pakaian, tas, dan sepatu yang telah dimiliki, kita dapat memberikan aksi nyata untuk menekan emisi karbon yang berdampak secara berbahaya bagi lingkungan dan bumi kita,” tutup Intan.
(est)