Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home wirausaha syariah detail berita
Outlook 2023

Tips Membangun Bisnis Sustainable Fashion bagi Pemula

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 16 Desember 2022 - 09:00 WIB
Tips Membangun Bisnis Sustainable Fashion bagi Pemula
Koleksi dari Kain Indonesia (KaIND) yang fokus pada bisnis sustainable fashion. Foto: KaIND.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan beberapa tahun belakangan menjadi sorotan masyarakat. Bahkan, tren ini diprediksi bakal terus berlanjut.

Tren mode berkelanjutan menjadi sektor potensial bagi industri halal Indonesia dan global. Sebab, gerakan fesyen berkelanjutan muncul sebagai upaya mengatasi dampak buruk industri mode terhadap lingkungan, yang sejalan dengan syariat Islam.

Baca juga: Melalui Fesyen Berkelanjutan, KaIND Berdayakan Petani dan Anak Muda

Kain Indonesia (KaIND) merupakan salah satu jenama lokal yang fokus mengusung konsep sustainable fashion. Pemilik KaIND, Melie Indarto membagikan kiat dan strategi bagi pemula yang ingin memulai bisnis berkelanjutan ini.

Menurut Melie, satu hal penting dalam memulai usaha fesyen berkelanjutan ini adalah kedisplinan diri dalam meminimalisir penggunaan plastik.

"Mulai dari printilannya kecil-kecil, baju benang, atau material kain yang mau kita pakai. Pakai yang organik, terus labelnya pakai yang label katun kemudian brand tag-nya jangan pakai brand tag yang plastik," ujar Melie kepada Langit7 saat ditemui dalam acara UMKM, beberapa waktu lalu.

Kemudian, lanjut Melie, tidak harus terpatok pada daerah asal bila ingin mengangkat tema tertentu seperti batik Pasuruan yang diusung KaIND.

Baca juga: Ternyata Gampang Terapkan Fesyen Berkelanjutan di Rumah

"Membuat bisnis sustainable fashion, khususnya batik Indonesia, enggak harus di daerah kita sendiri. Misal seperti KaIND yang memiliki titik produksi juga di Klaten, berkolaborasi dengan rumah tenun di sana. Jadi kita inklusif," jelasnya.

Namun, tambahnya, hal tersebut perlu diiringi dengan standar kualitas produksi yang tepat. Sehingga batasan itu dapat diterapkan atau diduplikasi di daerah-daerah lain.

Cara tersebut sudah dijalani Melie di beberapa rumah tenun atau rumah batik yang memiliki landscape sama dengan Pasuruan. Dia pun membudidayakan sutra di luar daerahnya.

Kemudian terkait modal bagi pemula dalam bisnis fesyen berkelanjutan, Melie mengatakan tidak ada pakem yang pasti. Berkaca dari pengalamannya memulai KaIND, Melie mengaku mengeluarkan modal sekitar Rp50 juta.

Tetapi hal itu kembali ke kesiapan masing-masing pelaku bisnis. Besaran modalnya bisa diperkecil bila ada keluarga yang sudah memulai bisnis fashion dengan mengarahkan ke fesyen berkelanjutan.

"Kembali lagi kalau mau bisnis modal tergantung kita punya peluru masing-masing. Mungkin dari keluarga ada yang bisa support ya sama keluarga dulu. Mungkin keluarganya sudah bisnis fashion dulu jadi kita bisa mengambil satu divisi kecil dari keluarga untuk kita arahkan ke sustainable fashion. Jadi, sebenarnya tidak ada pakemnya harus mulai nominalnya berapa sebagai modal," ucapnya.

Baca juga: Qonitah Al Jundiah Sebut Sustainable Fashion Keharusan, Bukan Tren

Sementara terkait peluang industri sustainable fashion, Melie mengatakan model usaha ini memiliki banyak ruang untuk dieksplorasi karena tidak banyak pemain yang bermain di sini.

Melie mengingatkan bisnis sustainble fashion layaknya mata uang yang harus menjadi perhatian para pelaku usaha. Di mana selain menjanjikan karena pemainnya masih sedikit, namun juga membutuhkan usaha yang tidak sedikit mulai dari modal hingga mengedukasi konsumen.

"Bisnis ini sebenarnya dua mata koin, yang pertama menguntungkan karena kita masih punya banyak ruang untuk mengeksplor, enggak terlalu banyak pemain di lapangan. Kedua adalah kita masih punya banyak effort yang harus kita berikan baik dari biaya, dan waktu untuk bisa mengedukasi market karena masih banyak yang belum tahu," cetusnya.

Baca juga: 73% Pakaian Berakhir Jadi Limbah, Ini Pentingnya Sustainable Fashion

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)