LANGIT7.ID - , Jakarta - Hari Bumi Sedunia dirayakan setiap tanggal 22 April. Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi bumi yang kian buruk.
Berkurangan keanekaragaman hayati, kelebihan populasi dan penurunan kualitas lingkungan menjadi dampak atau efek dari perubahan iklim. Seperti di Indonesia, banyakanya kerusakan lingkungan hidup akibat kebakaran seperti di Riau, Kalimantan, dan Sumatera.
Lalu, sebenarnya bagaimana Islam memandang lingkungan hidup ini?
Ustadz Ahong mengatakan dalam banyak kesempatan sering kali dai-dai mengutip dari Alquran bahwa kerusakan pada lingkungan akibat ulah manusia.
Baca juga: Wujud Nyata Masjid Istiqlal dalam Dukung Pelestarian LingkunganMenurut dia, Nabi Muhammad SAW mengantisipasi agar lingkungan tidak rusak dengan dua cara, yakni menjaga dan melestarikannya.
Terkait menjaga, ada beberapa contoh perilaku yang di terapkan Nabi SAW. Salah satunya dengan melarang membunuh katak.
"Jangan membunuh katak. Karena suara katak itu adalah tasbih, menyucikan Allah SWT."
Selain dari sudut pandang agama, ternyata ada juga dari sudut pandang aktivis yang tidak menganjurkan katak untuk dibunuh.
"Jika dalam sudut pandang aktivis, katak itu dilarang dibunuh. Karena ketika suatu daerah masih banyak kataknya itu pertanda lingkungan tersebut masih asri," ujar Ustadz Ahong dikutip dari kanal YouTube Bincang Syariah, Jumat (22/4/2022).
Kemudian, lanjut dia contoh kedua, Rasulullah SAW bersama para sahabat pernah masuk di semak belukar, tiba-tiba di pertengahan jalan ada burung yang hinggap di kepala Rasulllah.
Kemudian burung tersebut mengepak-ngepakkan sayapnya. Rasullullah menyangka bahwa ada para sahabat yang mengambil telurnya, ia pun bertanya, lalu ada yang mengakuinya. Sontak Rasulullah meminta sahabat tersebut mengembalikannya karena kasihan.
"Itulah bentuk kecintaan beliau dengan hewan," tuturnya.
Baca juga: Mengenal Ragam Teknologi Canggih Ramah Lingkungan di Masjid IstiqlalSelanjutnya, dikatakan ketika Rasulullah saat memimpin perang. Sebelum perang ia berpesan agar mereka tidak membunuh orang-orang tidak bersalah dan tidak merusak lingkungan.
"Ia berpesan janganlah membunuh anak kecil, orang tua renta, menghancurkan rumah ibadah hingga jangan membakar perkebunan, dan menebang pohon," ucap Ustadz Ahong.
"Itulah pesan yang disampaikan Nabi ketika mereka berperang melawan musuh. Nah, apalagi dalam keadaan damai, tentu saja sangat dilarang," lanjut dia.
Terkait menjaga lingkungan hidup Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim).
Jadi sedekah yang mudah itu, simpulnya, yakni dengan menanam pohon untuk kelestarian lingkungan hidup.
Baca juga: Yusuf Chudlori: Sedekah Itu Tak Mengharapkan Balasan di Dunia(est)