LANGIT7.ID, Cilacap - Pohon bakau memiliki sejumlah manfaat, salah satunya untuk mencegah terjadinya abrasi. Di Cilacap, Jawa Tengah, hutan pohon bakau ini selain digunakan untuk menjaga ekosistem, juga difungsikan sebagai destinasi wisata hutan payau.
Dilansir dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, Wisata Hutan Payau Cilacap berlokasi sekitar 4 km dari pusat Kota Cilacap tepatnya di Desa Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara. Wisata Hutan Payau ini juga mempunyai akses yang cukup strategis.
Sahabat Langit7 dapat melewati jalanan dengan kondisi mulus, berbeton serta tak jauh dari jalan raya. Pengunjung cukup mengikuti penunjuk arah yang tertulis secara jelas di beberapa bahu jalan.
Baca juga: Desa Wisata Sumber Jatipohon, Negeri di Atas Awan Ala GroboganKawasan Wisata Hutan Payau ini mempunyai luas hutan sekitar 10 hektar dan ditumbuhi sekitar 15 ribu jenis pohon. Hutan Payau ini berada di ujung pemukiman warga. Banyak jenis pohon yang tumbuh di Wisata Hutan Payau seperti bakau bandul, ketapang, tancang, dan lainnya.
Selain aneka flora, Wisata Hutan Payau juga menjadi habitat beberapa fauna seperti ikan uca, ikan tanggal, udang pistol serta beragam jenis burung. Kemudian, terdapat pula kolam pemancingan dan budidaya kepiting hingga beberapa monyet yang dipelihara di kandang.
Saat hendak mengunjungi kawasan wisata itu, Sahabat Langit7 akan dikenakan biaya tiket masuk kurang lebih Rp13 ribu. Di kawasan wisata ini pengunjung dapat menikmati rimbunnya pohon di Wisata Hutan Payau ini.
Tak hanya itu, wisatawan juga akan dimanjakan dengan keberadaan spot untuk berswafoto. Tepat di depan pintu masuk terdapat jembatan yang terbuat dari bambu, melalui jembatan tersebut wisatawan bisa menyusuri pepohonan bakau yang lebat.
Selanjutnya, wisatawan juga akan ditantang adrenalinnya lewat jaring goyang yang terbuat dari tali yang saling terhubung dan terikat ke pohon mirip jaring. Di jaring goyang ini Sahabat Langit7 juga dapat menyusuri hutan atau sekadar berswafoto.
Wisata Hutan Payau juga memiliki jalan setapak sebagai jalan alternatif yang dapat dilalui pengunjung, di sepanjang jalan tersebut dilengkapi dengan berbagai ornamen yang mempercantik jalan.
Di sepanjang jalan tersebut juga dibangun beberapa warung dan tempat duduk agar pengunjung dapat beristirahat dengan nyaman. Di ujung jalan setapak, pengunjung akan sampai di tepi Segara Anakan.
Baca juga: Liburan Ala Pedesaan di Desa Wisata Pandansari Batang Di tempat ini akan membuat pengunjung lebih tertarik untuk datang ke Wisata Hutan Payau, karena dibangun dermaga cinta dan jembatan gantar sewu. Di dermaga ini pengunjung bisa menyewa perahu untuk berkeliling menikmati Segara Anakan.
Pada sore hari Sahabat Langiit7 juga dapat menikmati senja di jembatan, jembatan ini dibangun sepanjang 300 meter dan setiap sudut ada gubug kecil untuk beristirahat, berswafoto, menikmati semilir angin di atas tepi Segara Anakan.
(sof)