LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam beberapa hari terakhir muncul sejumlah akun instagram palsu yang menduplikasi akun instagram para selebgram dan influencer muslim.
Akun yang diduplikasi rata-rata adalah milik selebgram yang vokal menyuarakan pesan kebenaran di platform instagram. Termasuk di antaranya menentang LGBT dan pendudukan Israel.
Setidaknya ada tujuh akun selebgram muslim yang diduplikasi para penipu dengan modus akan memberikan
giveaway sehingga cepat mendapatkan
follower.
Di antaranya adalah selebgram @zaky_zr dipalsukan menjadi zaky._z, @taufikaulia dipalsukan menjadi taufikaulia_, @qooonit dipalsukan menjadi qooonit_, @edgarhamas dipalsukan menjadi edgarhamas_, @aab_elkarimi dipalsukan menjadi aab._elkarimi, @jndmmsyhd dipalsukan menjadi jndmmsyhd_, dan @risalah_amar dipalsukan menjadi risalah_amar.
![Hati-hati, Muncul Banyak Akun Palsu Atas Namakan Selebgram Muslim]()
Baca Juga: 5 Pekerjaan di Era Digital yang Banyak Dilakoni Generasi Milenial
Selebgram dan Da'i Muda, Zaky A Rivai, mengatakan, motif penipuan dengan memalsukan akun selebgram sudah terjadi sejak lama. Para penipu itu menggunakan nama-nama yang sudah tenar di media sosial untuk melancarkan aksinya.
“Sependek yang saya tahu sejak aktif menggunakan Instagram ±7 tahun, hal-hal seperti itu sudah sering bermunculan,” kata Zaky kepada LANGIT7.ID, Selasa (26/7/2022).
Zaky menegaskan, keberadaan akun fake seperti membawa dampak negatif bagi dalam kehidupan para selebgram muslim atau pengguna akun asli. Tentu, hal itu bisa merugikan warganet yang tidak tahu-menahu perkara tersebut.
“(Dampak negatif) yang paling utama adalah bisa mencemarkan nama baik. Selain itu, merugikan orang-orang awam yang tertipu dengan adanya hadiah atau iming-iming lain,” tutur Zaky.
Kendati begitu, Zaky mengaku tidak pernah mengambil pusing dengan keberadaan akun-akun fake tersebut. Dia aktif di media sosial dengan misi jelas, yakni menyebarkan kebaikan dan kebenaran.
“Saya gak pernah ambil pusing mengenai itu. Yang penting saya aktif melakukan dan membagikan hal-hal bermanfaat di media sosial. Jika ada akun-akun palsu tinggal saya klarifikasi,” ucapnya.
Dia meminta para pengguna media sosial untuk bijaksana saat menerima informasi. Jika ada kabar yang disebarkan oleh akun fake tersebut, maka lebih baik melakukan klarifikasi terlebih dahulu.
Baca Juga: Mantap Hijrah, Intip Empat Kelompok Pengajian Artis Populer
“Hati-hati dalam menerima informasi, jangan asal
share hal yang baru kita dapat, perbanyak tabayun, perbanyak baca buku dan bersosialisasi di dunia nyata,” tuturnya.
Selain itu, dia juga mengajak kepada pengguna media sosial, terutama umat Islam, untuk menyebarkan kebaikan di ruang maya. Itu diperlukan untuk mengimbangi informasi-informasi yang bersifat hoaks.
“Yang jelas digunakan untuk membagikan hal-hal bermanfaat berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah. Caranya bisa dicek sendiri di akun saya,” ujarnya.
(jqf)