LANGIT7.ID - Mashyur dalam Sirah Nabawiyah bahwa Nabi Muhammad SAW nyaris tidak pernah sakit. Seumur hidup Nabi Muhammad SAW hanya mengalami dua kali sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi. Kedua, yakni sakit menjelang beliau wafat.
Sebagai umatnya, sudah seharusnya untuk mengikuti pola hidup yang terbukti menyehatkan. Berikut jurus sehat ala Nabi Muhammad menurut dokter sekaligus pendakwah dr Zaidul Akbar, seperti dilansir di akun instagrammnya @zaidulakbar
Makan dengan bijaksana Nabi Muhammad menekankan pentingnya makan, bahkan bukan dalam kadar secukupnya, melainkan sedikit, untuk mencegah penyakit.
Nabi pernah mengingatkan bahwa tidak ada bencana yang lebih buruk dari perut manusia. Beliau bersabda, "Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas." (HR Ibnu Majah).
Zaidul mengungkapkan, banyak makan merupakan salah satu penyebab dari turunnya iman. "Makanya salah satu penyebab atau turunnya iman adalah banyaknya makan. Itu sebabnya Nabi itu enggak pernah kenyang seumur hidupnya. Itu penting," tulis dia di akunnya.
Makan secara perlahan dan berhenti sebelum kenyangIni akan membantu proses pencernaan. Makanan dikunyah secara sempurna yang dilembutkan oleh enzim air liur membuat kerja usus jauh lebih ringan.
Terlebih dengan cara perlahan, kita mudah mengenali reseptor di otak yang memberi tanda kebutuhan makan sudah terpenuhi. Saat sistem tubuh manusia menilai asupan telah cukup--bukan kenyang--dia langsung mengirim sinyal ke otak cuma ini sering diabaikan.
Kurangi konsumsi gula, garam, dan lemakGula, garam dan lemak merupakan beberapa unsur penting yang diperlukan tubuh. Tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan terganggunya kesehatan tubuh.
Jika terlalu banyak lemak yang masuk ke dalam tubuh, akan menjadi akar masalah berbagai penyakit, salah satunya kolestrol. Begitu juga dengan mengonsumsi garam dan gula berlebih.
“Saat ini kita tak terbiasa lagi mengunsumsi vitamin, mineral, dan nutrisi lain karena yang dimakan tiap hari adalah sampah. Kita makan tiap hari untuk nafsu dan keinginan bukan kebutuhan,” papar dr Zaidul.
Puasa sunahDalam Islam, puasa bukan hanya sekedar kegiatan menahan lapar dan haus, tetapi upaya untuk melatih hawa nafu dan cara membersihkan tubuh dari racun yang mengendap. Dalam artian kesehatan modern, puasa sama halnya dengan proses detoksifikasi.
Selain puasa wajib yang dilakukan di bulan Ramadhan, dr. Zaidul juga menganjurkan puasa sunah. Jangan takut tubuh jadi rusak karena terus-terusan puasa, justru melakukan puasa yang sesuai dianjurkan dapat membantu memaksimalkan fungsi organ pencernaan.
“Kuncinya ada di pencernaan. Dengan puasa, maka asupan yang bernutrisi disertai kegiatan positif membuat tubuh lebih sehat serta bisa beribadah dengan baik," ujarnya.
Puasa juga, imbuhnya, membatasi asupan yang memungkinkan hati menjadi lebih bersih, sehingga bisa menerima hal-hal positif dari lingkungan sekitar.
"Jangan lupa, pusa juga sudah terbukti baik bagi kesehatan," ujarnya lagi.
Tak sekadar halal tapi juga thayibDalam Al-Qur’an, dr Zaidul menekankan, tercatat anjuran untuk makanan yang halal dan thayib atau baik. "Jadi makanan halal saja tidaklah cukup karena harus disertai juga dengan sifat thayib bagi tubuh, "ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dr. Zaidul menganjurkan mengonsumsi buah dan sayur. Dia mengatakan daripada makan nasi, lebih baik perbanyak asupan kaya serat.
Jenis sayuran dan buahnya tidak terbatas, artinya bisa memilih aneka jenis sayuran dan buat apa saja yang disukai, selama kondisi fisik tidak tidak memiliki alergi atau pantangan berdasar kondisi medis.
Perbanyak konsumsi kurmaKurma sangat akrab dengan umat muslim. Ini juga enis makanan yang berulang kali diulas dalam kajian dr. Zaidul. Dalam satu kajian, dr. Zaidul mengatakan kurma adalah makanan terbaik bagi pencernaan manusia.
“Kurma menstimulus antioksidan yang ada di dalam tubuh manusia. Jika dikonsumsi secara rutin maka kurma bisa membuat awet muda. Nabi Muhammad bahkan pernah mencontohkan satu bulan penuh tidak makan apa pun kecuali minum air putih dan makan kurma,” ujar dr. Zaidul.
Rasullah pernah bersabda “Tidak akan kelaparan rumah yang di dalamnya ada kurma.” dr. Zaidul juga membagikan resep awet muda dengan kurma, yakni menggunakan 7 butir kurma, 1 sendok makan madu dan 1 sendok makan minyak zaitun extravirgin.
Bagaimana, tidak rumit kan? Yuk, jangan tunda lagi.
(arp)