LANGIT7.ID, Kendal -
Destinasi wisata Curug Semawur berada di Kabupaten Kendal. Ini merupakan wisata alam yang masih asri karena letaknya yang terpencil dan sulitnya akses menuju lokasi.
Dilansir dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, Curug Semawur mempunyai akses yang mirip seperti perjalanan ke Dieng dengan perbukitan dan jurang di sekelilingnya.
Curug Semawur menjadi salah satu curug bertingkat dengan dua tingkat yang berbeda. Di tingkat teratas mencapai ketinggian sekitar 14 meter, dan tingkat kedua memiliki ketinggian sekitar 5 meter.
Dibandingkan air terjun lain di sekitarnya, curug ini memiliki debit air yang cukup besar bahkan saat musim panas sekalipun.
Baca juga: Kamping dengan Panorama Kebun Teh di Glamping Lakeside RancabaliSahabat Langit7 dapat merasakan keindahan curug yang masih alami dan harus melewati jalur yang disediakan. Sahabat Langit7 harus melakukan trekking untuk dapat sampai ke lokasi curug.
Masuk lokasi wisata ini gratis, alias belum dikelola oleh Dinas Pariwisata setempat. Paling hanya biaya parkir yang hanya Rp2.000 per motor.
Para pengunjung diharuskan ekstra berhati-hati saat berada di lokasi air terjun ini, karena sarana dan prasarana yang disediakan untuk wisatawan masih terbatas.
Sahabat Langit7 akan merasakan suasana yang masih asri, udara dingin, gemericik air serta suara hewan-hewan yang hidup di hutan yang menambah kesan menyenangkan saat bertandang ke wisata alam ini.
Curug Semawur berada di Desa Kejiwan, Blumah, Platungan, Kendal yang hanya dapat diakses menggunakan kendaraan bermotor saja, karena jalurnya yang masih sulit dilalui oleh mobil.
Baca juga: Menyusuri Keindahan Sungai Jernih di Taman Tempuran CikalSaat melewati jalur menuju curug ini pun Sahabat Langit7 juga perlu hati-hati karena berkontur tebing yang agak curam. Dari Kota Semarang butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan. Dari parkiran menuju lokasi butuh waktu 30 menit.
Jalan masih didominasi oleh jalan berbatu dengan tanah yang kurang terawat, mengingat wisata Curug Semawur ini masih belum dikenal luas oleh wisatawan.
Kendati demikian, selama perjalanan dari parkiran menuju curug, Sahabat Langit7 juga akan disuguhi pemandangan kebun kopi milik warga dan sesekali melewati sungai-sungai kecil dengan warna air yang bening dan segar.
Jika Sahabat Langit7 datang saat musim hujan, sebaiknya tidak mandi atau bermain air di sekitar air terjun karena banjir bisa datang secara tiba-tiba. Belum lagi material yang ikut terbawa arus yang bisa membuatnya tidak aman.
(sof)