LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 3 alur membangun
personal branding yang bisa dilakukan para pelaku usaha. Mulai lah dari bawah, sehingga citra yang terbentuk benar-benar melalui proses organik.
Personal branding yang baik tidak bisa didapatkan dalam waktu sekejap. Perlu waktu dan memahami banyak elemen yang berkaitan dengan bidang
bisnis yang dijalankan.
Berikut tiga cara untuk membangun personal branding:
Baca Juga: 3 Cara Bangun Personal Branding, Penting untuk Startegi Penjualan1. KompetensiSahabat harus bisa mengedepankan kompetensi di bidang bisnis yang dikerjakan. Hal itu dilakukan agar Sahabat bisa memberikan informasi yang memang dikuasasi.
Misalnya saja bila Sahabat memiliki hobi masak, maka personal branding yang dibuat adalah soal masak-memasak. Begitu juga bila Sahabat pandai berbicara di depan umum, maka Sahabat harus membangun personal branding atau menjadi seorang trainer, guru, maupun public speaker.
2. ReputasiSetelah memperhatikan kompetensi yang Sahabat kuasai. Langkah selanjutnya adalah soal reputasi.
Bila kompetensi adalah tentang "Siapa menguasai bidang apa", maka reputasi adalah soal pengalaman baik yang pernah Sahabat dapatkan. Reputasi ini dapat diketahui dari testimoni para pelanggan yang pernah bertansaksi dengan Sahabat.
3. PrestasiIni adalah tingkatan akhir, di mana prestasi adalah capaian yang lebih baik dan lebih tinggi dari reputasi. Misalnya saja Sahabat sebagai seorang reseller pernah melakukan penjualan fantastis dan lebih banyak dibandingkan reseller lainnya.
Artinya, prestasi ini bisa didapatkan ketika Sahabat konsistensi mengejar target. Namun, Sahabat perlu ingat bahwa membangun personal branding yang baik memerlukan waktu yang cukup.
Sehingga Sahabat tidak boleh gugur di tengah perjuangan. Sebab, hasil memuaskan akan Sahabat dapatkan ketika sudah mendapat kepercayaan dari para pelanggan.
(bal)