LANGIT7.ID, Jakarta - Berkendara saat
musim hujan tak boleh sembarangan. Tekanan angin ban mesti dijaga agar mobil bisa melaju dengan baik di kondisi jalan licin dan tergenang air.
Indonesia memasuki musim kemarau basah, sehingga curah hujan kerap turun meski
cuaca terasa panas. Kondisi ini memaksa pengendara ekstra hati-hati saat di balik kemudi.
Salah satu komponen mobil paling penting adalah
ban mobil. Selain membantu mesin untuk menggerakkan kendaraan, ban juga bisa meredam guncangan dan menahan beban.
Demi menjaga keamanan dan kenyamanan berkendara, terutama saat musim hujan, tekanan ban mobil perlu dijaga agar tak menyebabkan risiko kecelakaan.
Baca Juga: Cara Lap Mobil agar Body Tidak Mudah Lecet, Perhatikan Hal IniSebab, tekanan ban yang tidak sesuai akan menyebabkan keausan tidak merata pada telapak ban. Akibatnya, ban bisa saja pecah sehingga pengemudi akan mengalami traksi buruk saat berkendara.
Terlebih jika kondisi jalanan licin menyebabkan kemudi semakin tak terkendali. Kecelakaan pun tak bisa dihindari.
Melansir dari Tire Plus, Ahad (14/8/2022) tekanan ban yang kurang membuat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin tinggi. Sebab, mesin bekerja keras menarik beban mobil. Namun jika kelebihan, ban juga mudah selip dan tergelincir.
Setiap mobil sudah dibekali tekanan bannya masing-masing, menyesuaikan jenis dan kapasitas penumpang. Guna memastikan tekanan ban pas, Anda bisa mengukurnya kembali menggunakan alat khusus yang tersedia di bengkel terdekat.
Namun sebagai patokan, mobil Multipurpose Vehicle (MPV) biasanya membutuhkan tekanan ban 30-33 Psi. Sementara sedan 28-31 Psi dan City Car hanya 29-32 Psi. Lalu untuk Sport Utility Vehicle (SUV) tekanannya harua 35-40 Psi.
(bal)