LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI,
Rahmad Handoyo meminta pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah cacar monyet atau monkeypox. Kendati cacar monyet belum terkonfirmasi di Indonesia, namun kewaspadaan perlu ditingkatkan sejak dini.
"Mengingat bahwa kasus sudah menyebar di 88 negara, ini berarti cacar monyet sudah sampai di teras negara kita. Jadi tidak ada pilihan, kita harus merespon dengan melakukan tindakan-tindakan antisipatif," kata Handoyo dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (15/8/2022).
Baca Juga: Gejala Mirip Cacar Air, Tapi Monkeypox Bisa Berujung KematianHandoyo mengatakan kasus
cacar monyet yang melanda berbagai negara mengalami peningkatan signifikan. Pada 23 Juli 2022 atau tepatnya saat cacar monyet ditetapkan sebagai darurat kesehatan oleh
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kasus lebih dari 16 ribu orang di 75 negara.
"Dari data yang kami terima, sebulan sebelum penetapan itu jumlah kasusnya baru 3.040 orang dari 47 negara. Nah, pada 6 Agustus 2022 ternyata kasus sudah mencapai 28.220 dan terkonfirmasi 88 negara. Artinya, dalam satu bulan, ada peningkatan lebih 100 persen jumlah kasus serta jumlah negara yang disasar," ujar Handoyo.
Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan setidaknya ada beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan pemerintah. Pertama, masyarakat harus diedukasi terkait apa dan bagaimana sebenarnya penyakit cacar monyet itu.
Selanjutnya, hal yang tak kalah penting adalah pemahaman tenaga kesehatan (nakes) tentang cacar monyet. Termasuk peningkatan kemampuan deteksi laboratorium.
Baca Juga: Mungkinkah Cacar Monyet Jadi Pandemi? Ini Kata Epidemiolog"Para nakes harus paham betul apa itu cacar monyet, sehingga nantinya bisa mendiagnosisnya dengan tepat. Mungkin perlu juga dipertimbangkan agar para nakes diberi pelatihan khusus soal cacar monyet," katanya.
Kemudian, Handoyo menilai
surveilance epidemiologi perlu digalakkan dan di intensifikasikan. Dalam hal ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bisa melakukan
tracing ketat dan isolasi bagi suspek cacar monyet agar tidak menyebar dan bisa cepat ditangani.
Guna mencegah cacar monyet masuk ke Indonesia dan pengendalian bila terdeteksi, perlu adanya ketersediaan vaksin untuk menanggulanginya. Selain itu, kesiapan rumah sakit pun harus jadi perhatian pemerintah, termasuk ketersediaan obat-obatan yang sesuai.
"Saya kira, dengan melakukan langkah-langkah antisipasi tersebut, kita akan lebih siap mengendalikan wabah cacar monyet bila kelak terdeteksi di kita. Tapi tentunya, kita tetap berharap wabah tersebut tidak sampai masuk ke Tanah Air," tutur Handoyo.
Baca Juga:
Jangan Panik, Kenali Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air
Warga Diduga Idap Cacar Monyet di Jateng Dinyatakan Negatif(asf)