LANGIT7.ID, - Jakarta -
Membangun rumah sesuai keinginan menjadi impian setiap orang. Namun terkadang untuk mewujudkannya membutuhkan
bujet yang tidak sedikit. Karena itu, saat memutuskan akan membangun rumah sendiri, sebaiknya persiapkan segala sesuatu dengan matang.
Salah satu cara untuk menyiasatinya adalah menerapkan konsep rumah tumbuh. Lalu, apa sebenarnya
rumah tumbuh itu?
Rumah tumbuh atau
growing house adalah istilah untuk pembangunan rumah yang dilakukan secara bertahap dan terencana sesuai dengan dana yang tersedia.
Baca juga: Masya Allah Karena Cinta, Warga Bosnia Bangun Rumah Berputar untuk IstriProject Coordinator Pinhome, Teodorus Indra Satrianto menjelaskan kriteria utama dari rumah tumbuh adalah memiliki sisa lahan yang bisa dibangun baik secara horizontal maupun vertikal.
Menurut Indra, jika lahan yang tersedia luas, maka rumah tumbuh dapat dibangun secara horizontal. Paling tidak, pemilik rumah memerlukan lahan dua kali luas bangunan awal untuk bisa mengadopsi rumah tumbuh horizontal.
Sedangkan tipe
growing house vertikal cocok diperuntukkan bagi pemilik rumah yang memiliki luas lahan terbatas yaitu tumbuh bertingkat.
“Pastinya kita harus memiliki sisa lahan yang bisa dibangun baik secara vertikal atau horizontal, untuk bisa menjalankan pembangunan rumah secara bertahap. Rumah tumbuh ini bisa diadopsi untuk lahan luas maupun terbatas. Perencanaannya saja yang perlu diperhatikan antara pertumbuhan vertikal dan horizontal,” ujar Indra dalam webinar “Bedah Interior: Inspirasi Desain untuk Rumah Tumbuh”.
Baca juga: Bangun Hunian Berkah dan Nyaman, Ini 6 Usulan dari PakarNamun,
rumah tumbuh vertikal memerlukan perencanaan pembangunan dengan pondasi yang kuat. Tujuannya adalah pada saat pemilik rumah menginginkan penambahan lantai, di masa depan ia tidak perlu membongkar bangunan rumah awal.
Selain
pondasi, pemilik rumah juga harus memastikan kekuatan struktur bangunan lainnya yang termasuk kolom dan balok penunjang di dalam rumah tumbuh.
“Kalau ada pertanyaan apakah semua rumah dapat dijadikan sebagai rumah tumbuh? Jawabannya bisa saja, tapi kembali lagi jika merencanakan untuk melakukan pembangunan secara vertikal maka dibutuhkan pondasi yang kuat dari rumah utama sementara, dan jika ingin melakukan pembangunan secara horizontal maka lahan sisa yang dibutuhkan,” tambahnya.
Baca juga: Tips Ciptakan Hunian Pintar Hemat Kantong ala Revano Satria(est)