LANGIT7.ID, Gunung Kidul - Desa Wisata Tepus memiliki keindahan topografi berupa pegunungan yang berbatasan langsung dengan pantai. Tak heran jika berwisata di desa ini akan mendapatkan pengalaman wisata pantai yang tak terlupakan.
Desa Wisata Tepus berada di Kalurahan Tepus, Kabupaten
Gunung Kidul, Yogyakarta. Sahabat Langit7 yang berkunjung ke kawasan wisata ini akan ditawarkan berbagai paket wisata berbasis budaya, serta berbagai potensi alam serta buatan.
Desa wisata ini juga menyuguhkan berbagai atraksi budaya mulai dari seni jatilan, tari, karawitan, Rasulan, Bersih Telaga, Kenduri, Kirim Dowa, Nglengani Pari, Pasang Gawar dan Larungan, hingga seni reog dan lainnya. Di mana semua atraksi kebudayaan tersebut dikemas dalam Festival Kesenian Tepus Yogyakrta (FKTY) yang diadakan setiap tahun.
Baca juga: Gugah Selera, Ini 7 Tempat Makan dengan Suasana PersawahanPaduan panorama alam yang indah, serta pengalaman yang luar biasa ini berhasil mengantarkan desa wisata ini masuk ke dalam 50 besar desa wisata terbaik, di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, capaian tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi Desa Wisata Tepus dalam mendukung kebangkitan ekonomi, serta terbukanya lapangan kerja.
"Gunung Kidul dikenal dengan keindahan alamnya, di Desa Wisata Tepus masyarakat juga diajak merasakan sensasi desa wisata di wilayah pantai. Salah satunya aktivitas susur pantai perawan yang merupakan hasil kolaborasi dengan komunitas jeep di desa ini," katanya dalam keterangannya dikutip Kamis (1/9/2022).
Desa wisata ini memiliki jarak sekitar 70 kilometer dari Kota Yogyakarta, dan di Desa Tepus sendiri terdapat kurang lebih 12 pantai yang dapat dikunjungi wisatawan. Enam di antaranya terkenal dengan sebutan Pantai Perawan, sebab masih sepi dan belum diketahui orang banyak.
Baca juga: 5 Tempat Wisata Air Terjun di Lampung, Nuansanya AsriSahabat Langit7 dapat mengunjungi pantai ini dengan membayar biaya retribusi sebesar Rp10 ribu, deburan ombak pantai selatan dengan hamparan pasir putih disepanjang bibir pantai membuat wisatawan akan betah berada di desa yang kerap disebut Dewi Kampus (Desa Wisata Kalurahan Madani Tepus).
"Tapi tidak hanya keindahan alam. Budaya di sini juga menarik untuk ditampilkan ke masyarakat. Kami merasa desa wisata ini bisa berkembang dan naik kelas menyusul Desa Wisata Nglanggeran yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ungkap Sandiaga.
Sandiaga menjelaskan, selama tahun 2021 jumlah kunjungan ke desa wisata meningkat 30 persen. Hal ini diharapkan dapat mengangkat aktivitas pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Wisatawan datang tidak hanya lihat-lihat, tetapi juga membeli produk-produk UMKM yang dijajakan di desa wisata. Diharapkan terdapat penciptaan dan kebangkitan ekonomi sehingga target 1,1 juta lapangan pekerjaan baru di tahun 2021 dan 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024 dapat terealisasikan,” harapnya.
(sof)