LANGIT7.ID, Jakarta - Meski Papua dikenal dengan penduduk mayoritas Kristiani namun di tanah mutiara hitam ini terdapat tiga masjid bersejarah. Ini pun menjadi fakta bahwa syiar Islam telah memasuki wilayah Papua sejak dahulu.
Bukti penyebaran Islam di tanah Papua adalah berdirinya masjid bersejarah. Berikut tiga masjid bersejarah di tanah Papua:
1. Masjid Jami' JayapuraMasjid Jami' Jayapura dibangun oleh sejumlah pendatang asal Maluku yang bekerja sebagai buruh pelabuhan di Jayapura pada tahun 1943. Masjid awalnya hanya dimanfaatkan untuk para jamaah, sebagian besar buruh pelabuhan dan pedagang, yang ingin menunaikan salat lima waktu. Ibadah salat Jumat belum dilaksanakan karena jumlah jamaahnya masih sedikit.
![Berada di Mayoritas Non Muslim, Papua Miliki 3 Masjid Bersejarah]()
Kini tempat ibadah tersebut sudah berdiri kokoh dengan bangunan tiga lantai dan merupakan yang tertua di Kota jayapura. Lokasi masjid tepat berada di Jl Percetakan Negara 126, Kelurahan Gurabesi, Kecamatan Jayapura Utara.Masjid yang satu ini berukuran 12 meter x 12 meter dengan daya tampung berkisar 200 jamaah.
2. Masjid PatimburakBerusia satu abad lebih, Masjid Patimburak berdiri sejak tahun 1870 di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Tempat ibadah umat muslim ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Namun, hal itu tidak mengubah keaslian dari masjid tersebut.
![Berada di Mayoritas Non Muslim, Papua Miliki 3 Masjid Bersejarah]()
Menurut catatan sejarah, masjid dengan konsep sebuah gereja ini merupakan masjid tertua di Fakfak. Bangunan ini pun merupakan saksi bisu penyebaran Islam di Kokas, Fakfak, Papua Barat. Hal tersebut terbukti sebab sebanyak 60 persen warga Fakfak dan sekitarnya kini menganut agama Islam.
3. Masjid Hidayatullah SaonekMasjid Hidayatullah Saonek yang di bangun pada tahun 1505. Masjid ini merupakan kategori Masjid Bersejarah. yang beralamat di Jl. Hi. Rafana. Kampung saonek, distrik Waigeo Selatan, Raja Ampat Papua Barat.
Tempat ibadah kaum mukin ini pun memiliki luas tanah 12.588 meter persegi. Luas bangunan mencapai 1.512 meter persegi serta mampu menampun sebanyak 200 jamaah lebih. Pada tahun 1505, saat itu Islam disebarkan oleh imam besar Habib Rafana yang kini diabadikan sebagai nama jalan menuju masjid tersebut.
(zhd)