LANGIT7.ID, Jakarta - Wonderful Indonesia meraih penghargaan "The Best Government Collaboration for Nation Branding" di ajang Indonesia Brand Forum (IBF) Awarding 2022.
Wonderful Indonesia merupakan brand pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan Wonderful Indonesia dinilai telah menampilkan kemampuan yang prima, termasuk dalam hal kolaborasi untuk nation branding.
Baca juga: Rekomendasi 6 Destinasi Wisata Alam Ciamik di LikupangSandiaga juga mengapresiasi atas inisiatif dari Indonesia Brand Forum sebagai platform penguatan brand-brand lokal untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
"Saya melihat salah satu jurus ampuh kita untuk bisa keluar dari pandemi ini adalah karena kita beradaptasi dan berkolaborasi. Melalui kolaborasi inilah yang yang akan membawa kita ke depan lebih sukses lagi," ungkap Sandiaga dalam keterangannya Rabu (21/9/2022).
Saat ini Kemenparekraf telah berkolaborasi dengan 70 brand mitra co-branding, di mana Wonderful Indonesia bersama-sama berkolaborasi membangun pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.
"Mitra co-branding berasal dari industri pariwisata dan non pariwisata, seperti hotel, rumah makan, online travel agent, food and beverages, manufaktur, dan FMCG (Fast Moving Consumer Good)," jelasnya.
Sandiaga mengatakan, Kemenparekraf tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun brand Wonderful Indonesia, sebagai brand pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang kuat.
Lebih lanjut, Sandiaga menyampaikan dibutuhkan sinergi dan integrasi yang terwujud melalui kolaborasi dalam program Wonderful Indonesia Co-Branding.
Baca juga: Broadway Alam Sutra, Tempat Nongkrong Baru Anak Muda Tangerang Selatan"Dan Alhamdulillah saat ini daya saing pariwisata Indonesia naik 12 peringkat berada di posisi 32 dunia mengalahkan negara-negara seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Mudah-mudahan ke depan bisa terus kita tingkatkan," harapnya.
Selain itu, saat ini ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, dengan nilai kontribusi sebesar 7,8 persen. Sandiaga menuturkan, jumlah tersebut ditopang dengan tiga subsektor utama yakni kuliner, fesyen, dan kriya.
"Jumlah tersebut juga menempatkan Indonesia di peringkat tiga besar dunia dalam kontribusi terhadap PDB nasional di bawah Amerika Serikat dengan Hollywood dan Korea Selatan dengan K-Pop," terangnya.
Selanjutnya, Sandiaga menyatakan sebanyak 88,8 persen konsumen Indonesia lebih dominan menggunakan dan mengonsumsi produk dengan brand atau jenama dalam negeri.
Baca juga: Desa Wisata Wanurejo, Kemas Budaya jadi Potensi Pariwisata"Jadi saya ingin ke depan daya tarik wisatawan itu digabungkan dengan produk ekonomi kreatif, sehingga akhirnya produk-produk kita bergerak dan membuka potensi lapangan kerja seluas-luasnya," katanya.
Sandiaga juga mengajak semua pihak untuk terus bersinergi, berkolaborasi, dengan platform 3G yakni gerak cepat (gercep), gerak bersama (geber), dan garap semua potensi digital dan online (gaspol).
"Diharapkan dapat membuka 1,1 juta lapangan kerja di tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024," kata Sandiaga.
(sof)