LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia kini mulai memasuki musim penghujan yang identik dengan dingin. Perubahan cuaca ini menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh, salah satunya alergi dingin (urtikaria dingin).
Urtikaria dingin merupakan reaksi kulit terhadap paparan dingin, baik dari air, maupun udara. Tingkat keparahan gejala terhadap alergi dingin beragam, ada ringan hingga berat.
Melansir dari Healthline, Ahad (25/9/2022) gejala ringan dari alergi dingin berupa gatal-gatal, sensasi terbakar, pembengkakan, demam, sakit kepala, nyeri sendi, kelelahan, dan kecemasan.
Sementara itu, gejala terberatnya berupa, anafilaksis atau reaksi alergi akut, masalah pernapasan, pembengkakan di lidah dan tenggorokan, palpitasi jantung, penurunan tekanan darah, pingsan, dan mudah terkejut.
Baca Juga: BMKG: Musim Hujan di Indonesia Datang Lebih AwalMunculnya gejala alergi dingin juga beragam. Umumnya, setiap orang mengalami gejala pada dua hingga lima menit setelah terpapar suhu dingin. Namun gejala ini bisa hilang dalam satu hingga dua jam. Apabila paparan dingin cukup lama, alergi juga akan bertahan lama di tubuh.
Gejala alergi dingin biasanya terjadi saat suhu kurang dari 38 derajat celcius dan mudah berkembang pada orang dewasa. Penyebabnya bisa jadi karena faktor genetik atau keturunan.
Selain itu, alergi dingin juga bisa terjadi karena infeksi pneumonia atau radang paru-paru yang membuat pengidapnya rentan mengalami urtikaria dingin. Kondisi medis tertentu, seperti penderita cacar air, hepatitis, leukimia, hingga kanker juga menjadi penyebab lainnya dari alergi dingin.
Sebelum terkena alergi dingin, Anda bisa mencegahnya dengan menggunakan pakaian hangat selama cuaca menurun. Minimalkan kulit terkena suhu dingin.
Baca Juga: Masuk Musim Hujan, Ini 6 Persiapan Cegah Rumah Bocor dan RembesJangan mengonsumsi makanan atau minuman dingin, seperti es krim. Anda juga perlu mandi dengan air hangat agar tubuh tidak terkena dingin.
Guna mengatasi alergi dingin, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan seperti antihistamin yang dapat mencegah atau meminimalkan pelepasan histamin saat terkena flu. Namun apabila alergi makin parah, segera periksa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
(zhd)