LANGIT7.ID, Jakarta - Jalan-jalan ke
Museum Lubang Buaya menjadi alternatif berwisata keluarga. Salah satu tujuan berkujung ke sana untuk mengenal sejarah tragedi G30S pada 1965.
Selain
Monumen Pancasila Sakti, pengunjung juga bisa melihat-lihat sejumlah benda peninggalan sejarah. Terdapat sejumlah pakaian terakhir yang dipakai para jenderal korban kekerasan dan pembunuhan komplotan PKI di sana.
Pakaian lusuh dengan bercak darah, celana kotor berlumpur, topi dan seragam TNI, tersimpan dengan baik di dalam etalase kaca. Beberapa foto pahlawan nasional yang menjadi korban pun terpampang hampir di setiap dinding museum.
Salah satu petugas museum, Arifin mengutarakan, di museum yang terletak di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur itu, terdapat ruangan relief pakaian terakhir para korban tragedi G30S PKI.
"Nah yang ada di sini adalah asli yang dikenakan para Pahlawan Revolusi saat terbunuh. Termasuk milik Ade Irma Suryani Nasution," katanya dikanal YouTube Indonesia Insider, dikutip Jumat (30/9/2022).
Baca Juga: Belajar Sejarah sambil Wisata ke Museum Lubang Buaya Pondok GedeDi ruangan itu, terdapat foto pengangkatan jenazah Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo. Kala jenazahnya diangkat, beliau tengah mengenakan baju kimono batik, lengkap dengan perhiasan di tangannya berupa cincin kawin dan jam tangan.
"Selanjutnya terdapat pula foto Mayor Jenderal TNI Donald Isaac Panjaitan. Kala diangkat, beliau masih menggunakan pakaian PDU 4 dan terdapat proyektil peluru yang menembus tengkoraknya," ujar Arifin.
Topi yang dikenakannya juga menjadi saksi bisu kekejaman PKI. Tampak topi rimba kenang-kenangan dari Rusia miliknya bolong bekas tembakan peluru yang berada tepat di bagian atasnya.
Selain itu, ada juga bukti sejarah di mana Mayor Jenderal S Parman mengalami penyiksaan di Lubang Buaya. Dalam foto di museum itu, tampak tangan beliau masih berada di belakang tubuhnya, karena kedua jempolnya masih dalam keadaan terikat.
"Pengangkatan jenazah paling memilukan adalah Mayor Jenderal MT Haryono, karena saat diangkat jenazahnya sudah mulai membengkak akibat terendam dalam sumur," ujarnya.
Masih ada beberapa sosok pahlawan lengkap dengan peninggalannya di Museum Pengkhianatan PKI ini. Antara lain seperti Jenderal Ahmad Yani, R. Soeprapto, Kolonel Katamso, dan lainnya.
Mengenang jasa para Pahlawan Revolusi, sudah seharusnya generasi muda sadar bahwa Pancasila lahir dari pemikiran para tokoh-tokoh hebat di dalamnya.
Proses panjang penuh perjuangan tidak dapat digantikan. Untuk itu, menjaga ideologi Pancasila sudah menjadi tugas generasi penerus bangsa, melalui toleransi dan intelektualitas.
(bal)