LANGIT7.ID, Jakarta - Tindakan represif kepolisian yang menembakkan gas air mata dalam insiden di Stadion Kanjuruhan menewaskan 133 orang, menurut data Posko Postmortem Crisis Center Pemerintah Kabupaten Malang. Para pendukung Arema FC, Aremania menggelar doa bersama untuk para korban.
Seorang pendukung mengatakan bahwa sampai saat ini Aremania terus menggelar
doa bersama di Stadion Kanjurhan. Tahlil digelar sejak hari pertama usai tragedi sampai hari ke tujuh nanti.
“Kita sampai malam ini masih melakukan doa bersama dalam artian tiap malam melakukan tahlil di Kanjuruhan sampai hari ke tujuh. Intinya satu kita masih mendoakan,” katanya dalam konferensi pers YLBHI, Rabu (5/10/2022).
Baca juga: Tinjau Stadion Kanjuruhan, Jokowi Dorong Evaluasi Tata Kelola Sepak Bola IndonesiaMenurutnya, sebagian besar Aremania masih belum bisa berbuat banyak untuk menyelidiki akar masalah Tragedi Kanjuruhan. Aremania masih diliputi dukacita mengenang para korban,
“Sampai hari ini kawan-kawan belum bergerak, karena kita memang masih berduka, jadi kita akan menyelesaikan doa kita,” tuturnya.
Para pendukung sejumlah klub di berbagai kota juga menggelar doa bersama dan shalat ghaib untuk ratusan korban Tragedi Kanjurhan. Ribuan pendukung klub sepak bola dari berbagai klub se-pulau Jawa berkumpul di halaman parkir Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (3/10/2022) malam.
Baca juga: Bonek Rajut Ukhuwah dengan AremaniaTurut hadir dalam doa bersama antara lain dari Brajamusti dan The Maident (Yogyakarta), Paserbumi (Bantul), Slemania dan BCS (Sleman), Pasoepati, Ultras, dan GK Samber Nyawa (Solo), Panser Biru dan Snex (Semarang), Aremania (Malang), Bonek (Surabaya), The Jakmania (Jakarta), serta Bobotoh dan Viking (Bandung).
(sof)