LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5
amalan yang bisa dikerjakan kaum muslimin sebagai upaya untuk membersihkan hati dan pikiran. Semua hal tersebut tentu mempengaruhi kualitas ibadah.
Pendakwah,
Ustadz Adi Hidayat (UAH), mengingatkan agar para orangtua dapat mencontohkan kelima amalan tersebut kepada anak cucu.
Sebab salah satu cara terbaik mengajarkan ilmu kepada orang lain adalah dengan contoh. Berikut 5 amalan yang bisa membersihkan hati dan pikiran:
Baca Juga: 2 Amalan Sunnah di Bulan Maulid, Yuk Perbanyak Shalawat1. Baca dan Kaji Al-Quran Pendiri Quantum Akhyar Institute ini mengungkapkan, di antara fungsi membaca dan memahami Al-Quran salah satunya untuk membersihkan penyakit yang ada di dalam jiwa.
"Ada dua jenis penawar, satu penawar obat fisik. Kedua namanya obat jiwa dan obat bagi penyakit yang memang sudah tidak bisa ditangani lagi oleh makhluk, jadi puncak penawarnya ada dalam Al-Quran," ujar dia dikanal YouTubenya, dikutip Kamis (6/10/2022).
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian." (QS. Al-Isra: 82).
2. Salat malam "Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan. (QS. Al-Muzammil: 6).
3. PuasaDi antara fungsi memperbanyak puasa itu dapat memperbaiki perilaku yang tidak baik dan membersihkan penyakit jiwa yang buruk.
"Setiap amal anak Adam itu untuknya kecuali puasa maka dia untuk-Ku dan Aku yang memberi pahalanya." (HR. Bukhari)
"Jadi fungsi puasa itu untuk menahan dan memperbaiki diri dari perilaku-perilaku yang tidak baik," ujarnya.
4. IstighfarMemperbanyak istighfar dan bertaqarrub kepada Allah, khususnya di penghujung malam menjelang waktu fajar.
"Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)." (QS. Az-Zariyat: 18).
5. TemanTerakhir, yaitu memilih teman yang baik. Artinya kaum muslimin dianjurkan untuk berkumpul dengan orang-orang salih. Pasalnya, lingkungan sangat berpengaruh pada kesehatan hati dan pikiran.
"Ilmu kita bagus, hati kita baik, tapi berkumpul dengan orang-orang yang jelek, maka perilaku kita pun akan terpengaruh," jelasnya.
(bal)