LANGIT7.ID - , Jakarta -
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mendapatkan berbagai informasi penting serta barang bukti dari Tim Gabungan Aremania, terkait
Tragedi Kanjuruhan.
Anggota TGIPF Akmal Marhali didampingi salah satu anggota
Aremania menemui beberapa korban dan saksi mata tragedi Kanjuruhan yang masih hidup.
Baca juga: TGIPF Ungkap Kengerian Pintu 13 Akibat Tembakan Gas Air Mata“Saat bertemu dengan para saksi dan korban, berbagai alat bukti penting kami dapatkan. Ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kami sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kami ungkap secara menyeluruh dan independen,” ucap Akmal Marhali, dalam keterangan tertulis, Selasa (11/10/2022).
Akmal mendengar kesaksian luka pada korban, ada yang matanya mulai memerah bahkan menghitam akibat paparan
gas air mata. Bahkan hingga saat ini, masih ada yang merasakan dada sesak.
Selain itu TGIPF sudah berhasil bertemu dengan semua unsur pengamanan terkait. Baik dari unsur kepolisian, Brimob, Panitia Pelaksana di lapangan,
steward, security officer, dan TNI.
Tim juga melihat lokasi terjadinya tragedi di stadion Kanjuruhan, khususnya beberapa pintu paling banyak menelan korban. Berbagai rekaman
CCTV dan selongsong gas air mata ditemukan di lapangan juga sudah dikumpulkan TGIPF. Barang-barang tersebut akan jadikan bukti untuk kemudian diolah oleh tim TGIPF.
Baca juga: TGIPF: Stadion Kanjuruhan Tak Layak Gelar Laga Risiko TinggiTim Gabungan Aremania yang bermarkas di kantor KNPI di Jalan Kawi, Kota Malang, Jawa Timur menyampaikan harapan dan tuntutan kepada TGIPF.
Menurut Akmal, rawat kontrol para korban harus menjadi perhatian semua pihak. Sebab, para korban mendapatkan efek trauma dan psikologis.
“Kepada TGIPF teman-teman Aremania ramai-ramai menyampaikan kesaksian mereka secara bergantian dari berbagai tribun, juga tuntutan kepada penyelenggara kompetisi,” ujar Akmal.
Baca juga: TGIPF Temui Berbagai Pihak yang Terlibat Tragedi Kanjuruhan(est)