Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Hukum Pengusaha Pasang CCTV Sembunyi-Sembunyi dari Pegawai

fajar adhitya Rabu, 08 Maret 2023 - 14:21 WIB
Hukum Pengusaha Pasang CCTV Sembunyi-Sembunyi dari Pegawai
Ilustrasi cctv yang dipasang untuk memantau kinerja karyawan. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , - Seorang pengusaha boleh memasang kamera CCTV di tempat usahanya seperti warung atau kantor dan lainnya untuk mengawasi kinerja pegawai atau demi keamanan. Pemasangan CCTV dilakukan dengan syarat diketahui para pegawai.

Pemilik usaha perlu memberi ptahu egawai soal pemasangan CCTV untuk menjaga privasi pekerja, terutama terkait masalah aurat. Pegawai perlu tahu sehingga mereka bisa menjaga auratnya atau perbuatan yang menimbulkan rasa malu dari mereka.

Baca juga: Polisi Periksa CCTV Lokasi Tragedi Itaewon, 6 Orang Diduga Provokasi

Dikutip Islamqa yang diawasi Syekh Salih Al Munajid, jika kamera diletakkan tanpa sepengetahuan mereka, hal itu termasuk dalam makna memata-matai yang dilarang, sesuai dengan ayat Al Qur’an:

Surat Al Hujurat ayat 12:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Terjemah : Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Baca juga: Kronologi Ferdy Sambo Hilangkan Alat Bukti CCTV Kasus Pembunuhan Brigadir J

Dan sesuai dengan teks hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إياكم والظن فإن الظن أكذب الحديث ، ولا تحسسوا ، ولا تجسسوا ، ولا تحاسدوا ، ولا تدابروا ، ولا تباغضوا ، وكونوا عباد الله إخوانا (أخرجه البخاري، رقم 5144، ومسلم، رقم (2563

“Hendaklah kalian jauhi prasangka, karena prasangka merupakan ucapan paling dusta. Janganlah kalian saling mengintai dan saling memata-matai, janganlah saling dengki, janganlah saling membelakangi, janganlah saling marah. Jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang bersaudara”. (HR. Bukhori: 5144 dan Muslim: 2563)

Tajassus adalah mencari-cari aib dan aurat orang lain.

Tujuan baik yang diinginkan dengan memasang kamera untuk kedisiplinan para pegawai dan menjaga keamanan dari pencuri dapat dilakukan dengan memasang kamera disertai pemberitahuan akan keberadaannya kepada mereka.

Baca juga: TGIPF Ungkap Upaya Pihak Kepolisian Ganti Rekaman CCTV

Jika tidak seperti itu maka termasuk memata-matai dan mengintip aurat mereka.

Syeikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin –rahimahullah- berkata:

“Tajassus adalah mencari aib orang lain, seseorang itu melihat, menguping, mendengar, dengan harapan keburukan saudaranya yang dia ketahui atau dia lihat. Sebaiknya seseorang untuk berpaling dari aib orang lain, tidak berusaha untuk menguaknya. Tidak sepantasnya memata-matai orang lain. Cukup menilai orang sesuai yang tampak saja, selama tidak ada gejala yang menunjukkan berbeda dari apa yang tampak”. (Tafsir Surat Al Hujurat: 50-51).

Pemilik usaha juga wajib memelihara etika kepada para pegawai. Merekam gerak-gerik pegawai yang sebenarnya tidak haram, tapi akan memalukan jika dilihat orang lain adalah perbuatan tercela.

Apalagi jika pemilik usaha menggunakan rekaman itu untuk mengancam atau memeras pegawai. Pengusaha perlu melihat pada dirinya, jika yang direkam itu dirinya dan ia tidak senang, begitu pula dengan pegawainya.

Baca juga: TGIPF Kantongi Alat Bukti, Luka Korban hingga Rekaman CCTV Tragedi Kanjuruhan

Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ، وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ ، فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ (أخرجه مسلم، رقم 1844)

“Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api neraka, dan dimasukkan ke dalam surga, maka meninggallah dalam keadaan iman kepada Allah dan hari akhir, dan lakukan sesuatu kepada orang lain yang sekiranya dia suka hal itu dilakukan kepadanya”. (HR. Muslim: 1844)

Barangsiapa membiarkan dirinya memata-matai orang lain dan menyingkap aib mereka, dan mengarang pembenaran, maka dia terancam dengan cara yang sama, yaitu Allah akan menyingkap aibnya dan membeberkannya, sebagaimana di dalam hadits dari Ibnu Umar –radhiyallahu anhuma, dia berkata:

صَعِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِنْبَرَ فَنَادَى بِصَوْتٍ رَفِيعٍ ، فَقَالَ : يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الْإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ : لَا تُؤْذُوا الْمُسْلِمِينَ ، وَلَا تُعَيِّرُوهُمْ ، وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ ؛ فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ : تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ ، وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ ، وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ (رواه الترمذي، رقم 2032، وصححه الألباني)

“Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- naik mimbar dan menyeru dengan suara tinggi dan bersabda: “Wahai orang-orang yang telah masuk Islam dengan lisannya namun keimanan belum masuk ke dalam hatinya. Kalian jangan sakiti umat Islam, dan janganlah kalian mencelanya, dan janganlah mencari-cari aibnya. Barangsiapa mencari-cari aib saudaranya yang muslim, maka Allah akan menyingkap aibnya siapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, Dia akan mempermalukannya meskipun dia berada di dalam kendaraannya”. (HR. Tirmidzi: 2033 dan telah ditashih oleh Albani).

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)